Ekbis

Warga Minta Pemerintah Beri Alasan Tepat Sebelum Naikan Harga BBM

Editor : Risnawati Avin |Jumat , 19 April 2013 - 17:23:37 WIB | Dibaca : 317 Kali |

Ronauli I Foto: Hilman/IRNews

@IRNewscom I Jakarta: KENAIKAN harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mengundang beragam reaksi dari masyarakat. Salah satu warga pengguna mobil mewah, Ronauli misalnya meminta pemerintah agar lebih dulu memberikan alasan yang tepat sebelum menaikan harga BBM.

Ia mengatakan, meski dirinya adalah pengguna BBM non subsidi pertamax plus, namun pemerintah perlu memberikan penjelasan yang transparan terkait kenaikan harga BBM bersubsidi atau premium. Dengan begitu, masyarakat kelas bawah hingga ke atas akan dapat mengerti alasan tepat pemerintah menaikan harga BBM.

"Kalau penjelasannya jelas dan riil, masyarakat kelas bawah hingga atas bisa lihat secara jelas, bisa mengerti. Saya rasa tidak masalah," ujar wanita berambut lurus  panjang ini yang ditemui IRNews di SPBU di bilangan Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (19/04).

Wanita dengan kulit putih ini menutuskan, jikapun harus naik. Makan kenaikan juga tidak perlu terlalu besar dari harga BBM sebelumnya. Ia khawatir, jika kenaikan ini juga akan berimbas kepada BBM non subsidi.

"Cuma memang kita dari masyarakat kalangan atas, pengguna pertamax agak berat. Pemerintah mau naikin boleh, tapi mungkin presentase kenaikannya jangan terlalu besar," ujar dia.

Wanita berumur 25 tahun ini pun meminta, jika pemerintah menaikan harga BBM, hal itu harus diimbangi dengan perbaikan dalam segi transportasi umum. Dengan begitu, tujuan untuk mengurangi pengguna kendaraan akan efektif.

"Kalau mau dinaikan, maka keuntungan yang didapat pemerintah untuk membangun saran transportasi yang benar. Jangan terlalu beda juga antara sarana transportasi umum dan mobil pribadi kita," ujar wanita yang mengaku sebagai wiraswasta ini.

Pemerintah berencana memberlakukan sistem dua harga BBM bersubsidi. Khusus  mobil pribadi menggunakan BBM bersubsidi dengan harga baru  berkisar Rp6.500 hingga Rp7.000. Sedangkan untuk sepeda motor, angkutan umum dan angkutan barang boleh menggunakan BBM bersubsidi dengan harga sebelumnya yaitu Rp4500 menjadi Rp6500 per liter. Sementara itu harga BBM non subsidi menjadi Rp9500.[hil-5]



BERITA LAINNYA :