Ekbis

Setelah Delapan Bulan, Inflasi Vietnam Naik Tipis

Editor : Muslim Ambari |Rabu , 26 Juni 2013 - 14:59:44 WIB | Dibaca : 314 Kali |

ilustrasi | Foto : ist

@IRNewscom | Hanoi : DELAPAN bulan setelah suku bunga diturunkan, inflasi Vietnam mengalami kenaikan tipis. Dalam rilis yang dikeluarkan Selasa (25/06) waktu setempat, menunjukkan kalau kenaikan itu menjadi yang perdama dalam delapan bulan terakhir.

Harga-harga naik mencapai 6,69 persen bulan ini, dari 6,36 persen pada Mei, di mana analis mengatakan menunjukkan upaya Hanoi mendorong permintaan mengindikasikan suatu keberhasilan.

Pemerintah menurunkan suku bunga pada Mei untuk ke delapan kalinya dalam lebih dari satu tahun sebagai upaya untuk memacu pinjaman bank dan meningkatkan konsumsi setelah pertumbuhan ekonomi merosot ke level terendah 13 tahun dari 5,03 persen pada 2012.

"Sedikit kenaikan inflasi bulan ini mencerminkan efektivitas upaya pemerintah untuk merangsang permintaan," kata ekonom Le Dinh An yang berbais di Hanoi.

Vietnam sedang berjuang memerangi berbagai kesengsaraan ekonomi, termasuk pertumbuhan yang lambat, permintaan domestik lamban, sektor perbankan dibebani dengan utang tingkat tinggi serta rekor jumlah kebangkrutan.

Pada 2011, negara itu berulang kali menaikkan suku bunga untuk mencegah ekonomi dari "overheating" dan untuk mengendalikan inflasi dua digit. Tapi tahun lalu negara itu terpaksa membalikkan taktik dan berbagai usaha dengan langkah-langkah stimulus karena tingkat pertumbuhan yang lamban.

"Namun, seperti kenaikan tipis dalam CPI juga menunjukkan bahwa perekonomian stagnan dengan permintaan yang sangat lemah. Jika situasi ini terus berlanjut untuk waktu yang lama, akan sulit untuk merevitalisasi perekonomian secara keseluruhan," kata An kepada AFP.

Pertumbuhan ekonomi di tiga bulan pertama tahun ini berada pada posisi 4.89 persen, di bawah ekspektasi dan mendorong pejabat untuk mengakui bahwa hal itu menandai banyak "kekurangan dan kelemahan". [amb/ant/afp]



BERITA LAINNYA :