Hukum & Kriminal

Jual Online Biji Ganja WNA Ukraina Dirungkus

Editor : |Rabu , 06 Maret 2013 - 17:30:31 WIB | Dibaca : 1182 Kali |

Foto: Ist

@IRNewscom I Bandung: SEORANG  warga negara Kiev Ukraina bernama Bohdan Bitik (36) ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat karena menyelundupkan paket berisi tiga kemasan yang di dalamnya terdapat 17 butir biji ganja dari Inggris.

"Awalnya tim kami mendapati paket kiriman yang mencurigakan, terdeteksi paket tersebut berisi ganja. Setelah itu, kami melakukan control delivery dan kami antar ke alamat yang tertera dan langsung kami amankan seorang pria berkewarganegaan Kiev Ukraina ini," kata Kepala BNNP Jawa Barat, Brigjen Anang Pratanto di kantor BNNP Jawa Barat Jalan Jakarta Kota Bandung, Rabu(6/3).

Anang yang didampingi oleh Kabid Pemberantasan BNNP Jawa Barat, AKBP Zairusi menuturkan tersangka ditangkap di kediamannya yakni di Pegambiran Residence Cluster Oasis Blok A 2/16 Cirebon, minggu lalu.

"Selain paket tersebut petugas kami yang didukung Tim Operasi bersama Kanwil Direktorat Jendral Bea dan Cukai juga mengamankan satu pohon ganja dalam pot dengan tinggi sekitar 10 sentimeter, dua toples berisi daun ganja dan satu toples kecil berisi daun ganja kering," kata dia.

Ia menuturkan, modus operandi yang dilakukan oleh Bohdan yang sudah 10 tahun domisili di Indonesia dan menikah dengan wanita Indonesia adalah membeli secara online biji ganja tersebut.

"Kemudian ia memesan biji ganja untuk ditanam sendiri di rumahnya. Dia sehari-harinya bekerja membantu mertuanya dalam sebuah perusahaan rotan di Cirebon melakukan pembayaran melalui kartu kredit," katanya.

Dikatakannya, selama dua minggu kemudian setelah pemesanan tersangka baru menerima kiriman paket yang berisi 10 butir biji ganja.

Menurut dia, harga biji tanaman ganja tersebut ialah sekitar Rp1 juta per 10 butirnya.

"Dan biji ganja tersebut oleh pelaku disemaikan pada sebuah pot bunga sampai tumbuh," katanya.

Untuk pemeliharaan tanaman tersebut, kata Anang seperti menanam pohon tomat di dalam kamar dengan pola tanam khusus indoor.

"Jadi dari 10 biji ganja, yang tumbug tumbuh dua pohon, yang satu pohon sudah panen dan satu pohon tumbuh sekitar 15 sentimeter," kata Anang.

Pihaknya menambahakan, berdasarkan penuturan tersangka satu pohon ganja yang berhasil dipanen selanjutnya dikeringkan seperti tembakau lalu ganja tersebut digunakan atau dikonsumsi sendiri secara bertahap.

Akibat perbuatannya, Bohdan dijerat Pasal 111 ayat (1) jo Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan hukuman paling ringan 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.[*]



BERITA LAINNYA :