Hukum & Kriminal

Bentrokan Mandailing Natal

Sikap Brimob seperti Tentara Kolonial Belanda

Editor : Muslim Ambari |Senin , 25 Maret 2013 - 15:58:49 WIB | Dibaca : 438 Kali |

ilustrasi | Foto: ist

@IRNewscom I Jakarta: DIREKTUR Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai, tindakan Brimob Polda Sumatera Utara diluar bayangan banyak orang sebelumnya.

Brimob yang melakukan pengamanan terhadap warga Mandailing Natal laiknya tentara kolonial Belanda dahulu.

"Di era pasca reformasi ini, perilaku aparat tak terbayangkan kayak begitu. Sepertinya itu dilakukan oleh tentara kolonial penjajahan dulu," kata Ray saat ditemui di Komnas HAM, Jl Latuharhari, Jakarta, Senin (25/03).

Seperti diketahui, pada Kamis (21/03) lalu terjadi bentrok fisik antara masyarakat dengan pihak menejemen PT Sorik Masmining. Bentrokan yang merupakan untuk ketiga kalinya ini, warga Mandailing Natal mendapat perlakuan seperti hewan.

Mereka dianaiaya dengan ditendang dan dipukul menggunakan senjata laras panjang. Pendemo yang berjumlah ratusan orang itu pun dipreteli dan tangan mereka diikat dengan posisi tangan di belakang, dan ditempatkan pada satu halaman.

Menurut Ray, perilaku aparat seperti itu hanya akan menimbulkan rasa sakit hati masyarakat. Ia khawatir, jika nantinya aparat justru menjadi musuh masyarakat.

"Saya justru takut aparat jadi musuh masyarakat. Saya jujur, agak marah betul, karena cara polisi ini tak terbayangkan, itu kayak tentara kolonial," tutur Ray. [hil-6]



BERITA LAINNYA :