MA: Masalah Hartati Tunggu Proses Hukum

MA: Masalah Hartati Tunggu Proses Hukum

Wartawan: 
prasetyo
Hartati Murdaya
SHARE
Share

@IRNewscom I Jakarta: WAKIL Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD), Marzuki Alie mengungkapkan pihaknya masih menunggu proses hukum terhadap anggota Dewan Pertimbangan PD Hartati Murdaya disebut-sebut terlibat kasus korupsi.  

 "Kita masih menunggu proses hukum yang dilakukan KPK. Lebih cepat lebih baik, kalau memang yang terkait melakukan pelanggaran hukum, di partai kan ada mekanisme AD/ART," jelas Marzuki di Gedung DPR RI, Senayan, Jumat (20/07).

Dia menjelaskan, PD selalu berpegangan pada aturan legal yang mengatur mekanisme organisasi dalam anggaran rumah tangga. Dikatakan tidak ada satu pun dalam pasal AD/ART PD mengajari kadernya untuk korupsi.

"Tidak ada satupun pelatihan-pelatihan yang kita lakukan untuk menyuruh kader kita melakukan korupsi. Ini clear, pelatihan yang dilakukan umumnya bagaimana cinta kepada tanah air, cinta kepada bangsa, negara dan rakyat, bagaimana mereka bisa berperilaku yang baik sebagai negarawan jika mereka memimpin, mempunyai wawasan nusantara. Kita berikan pelatihan-pelatihan. Jadi tidak ada satu katapun kita ajarkan korupsi," paparnya.

Namun, Ketua DPR RI ini menjelaskan, jika ada kejadian-kejadian di mana ada kader PD terlibat korupsi, itu merupakan urusan pribadi kader tersebut. "Tindakan pelanggaran pun dilakukan pribadi mereka, termasuk kader-kader yang terkena. Kita konkrit kok  dan lebih baik dari partai lain. Yang tertangkap kita pecat. Di partai lain, jika kadernya tertangkap masuk penjara tidak dipecat-pecat. Ini fakta dan masyarakat harus tahu," ungkapnya.

Menurut Marzuki, PD itu selalu dalam form yang benar terhadap tindakan hukum. "Kalau kader ada yang korup, jelas langsung dikeluarkan. Jadi clear demokrat itu. Yang mana katanya demokrat  tidak berpihak pada pemberantasan korupsi," paparnya.

 Saat ditanya apakah SBY sudah membicarakan masalah Hartati ini? ’’Belum, saya kan Wakil Ketua Dewan Pembina. Tentu kita rapat, nanti kita ikuti saja mekanisme organisasi. Kami nggak pernah keluar dari mekanisme," pungkas Marzuki.[prs/1]