Internasional

Lagi, Turis Perempuan Diperkosa di India

Editor : Tommy Gobel |Kamis , 06 Juni 2013 - 02:11:25 WIB | Dibaca : 245 Kali |

Foto: Ilustrasi

@IRNewscom I New Delhi: SEORANG perempuan warga negara Amerika Serikat berusia 30 tahun, diperkosa oleh tiga pria di Kota Manali, India. Keselamatan perempuan di India semakin mengkhawatirkan setelah maraknya kasus perkosaan di negara itu.

Kepada polisi, korban mengatakan menerima tawaran seorang sopir truk untuk membawanya ke penginapannya di Manali. Korban baru mengunjungi teman-temannya sesama pelancong di desa Vashist, sekitar 5 kilometer dari Manali.

Setelah naik truk pada pukul 1 pagi, ia diperkosa oleh tiga pria termasuk sopir truk, demikian menurut Vinod Kumar Dhawan, inspektur polisi di distrik Kullu yang membawahi Manali.

Lebih dari dua jam kemudian, korban ditelantarkan di jalan tol. Ia berjalan ke sebuah halte bus, lokasi ia ditemukan.

“Petugas patroli jalan tol melihat seorang perempuan di pinggir jalan. Ia berteriak minta tolong,” ujar seorang petugas polisi, seperti dilansir dari The Wall Street Journal, Rabu (5/6).

Korban lantas dibawa ke pos polisi di Manali, lanjut petugas itu. Pada pukul 4.30 pagi, aparat secara resmi mencatat kasus perkosaan dan penculikan.

Menurut Dhawan, polisi belum menahan satu pun tersangka. Beberapa pria yang mirip dengan penggambaran korban ditahan pada Selasa malam, namun dibebaskan setelah korban mengatakan mereka bukan pelaku.

Uji medis membenarkan pelecehan seksual ini, ujar Dhawan, namun korban tidak menderita luka-luka yang serius. Korban belum dapat dihubungi untuk berkomentar.

Nama korban tidak disebutkan, sesuai hukum India yang tidak membolehkan pengumuman nama korban tanpa izin dari yang bersangkutan atau anggota keluarganya.

Peter Vrooman, Humas Kedutaan Besar Amerika Serikat di New Delhi, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan aparat di Manali. Ia menolak berkomentar lebih jauh.

Manali adalah tujuan populer bagi backpacker di India, dan desa Vashist dikenal karena pemandian air panasnya. Seorang turis Swiss berusia 39 tahun menjadi korban kasus serupa, kurang dari tiga bulan lalu. Ia diperkosa beramai-ramai saat berkemah dengan suaminya di Orchha, obyek wisata di negara bagian Madhya Pradesh.

Pada Maret, seorang perempuan Inggris loncat dari balkon hotel di Agra untuk melarikan diri dari pemilik hotel, yang diduga ingin masuk ke kamarnya. Agra adalah kota lokasi Taj Mahal.

Kekhawatiran akan keselamatan perempuan di India kian memuncak setelah kasus perkosaan massal atas seorang mahasiswi berusia 23 tahun di sebuah bis di Delhi pada 16 Desember lalu.

Kasus kejahatan ini disorot oleh dunia internasional. Dalam periode tiga bulan setelah kasus perkosaan Delhi, jumlah turis asing turun 25 persen dari setahun sebelumnya, demikian menurut survei Asosiasi Kamar Dagang dan Industri India. [tg]



BERITA LAINNYA :