Korban Ebola di Uganda Bertambah

Korban Ebola di Uganda Bertambah

Wartawan: 
Risnawati
SHARE
Share

@IRNewscom I SEDIKITNYA 12 orang lagi diduga terinfeksi demam haemorrhagic pemicu virus Ebola. Kementerian Kesehatan Uganda mengumumkan para penderita tersebut telah dibawa ke rumah sakit yang terletak di Kabupaten Kibaale, Uganda barat-tengah.

Di dalam satu pernyataan di Kampala, Kementerian Kesehatan juga mengatakan, jumlah penderita Ebola terus bertambah sejak kemunculan wabah itu di Desa Nyanswiga Juli lalu. ’’Di antara yang dibawa ke rumah sakit, dua pasien dikonfirmasi terserang Ebola, sedangkan yang lain masih dugaan. Semua pasien menerima pengobatan yang layak dari tim ahli medis,’’ ungkap pernyataan tersebut.

Kementerian akhirnya menetapkan siaga tinggi guna menanggapi setiap kasus dugaan penularan Ebola di Ibu Kota Uganda, Kampala, dan sekitarnya. Seperti dilansir dari Xinhua, Jumat (02/08), jumlah korban jiwa masih tetap 16 orang dan idak ada kematian baru yang dilaporkan sejak 31 Juli.

Kementerian Kesehatan pun mendesak masyarakat untuk berhati-hati demi mencegah penularan virus mematikan itu namun tidak perlu panik dan takut. Pasalnya, pemerintah telah melakukan berbagai tindakan untuk mengendalikan penyebaran penyakit menular tersebut.
 
Sedangkan, Tim pengawas di Kibaale telah mengikuti perkembangan 232 orang yang diduga melakukan kontak dengan korban sakit atau meninggal. Ebola sendiri memiliki gejala demam, muntah, diare, sakit perut, sakit kepala, ruam seperti campak, mata merah, dan kadangkala pendarahan di dalam dan luar tubuh. Wabah terakhir Ebola di Uganda terjadi pada 2011.

Kelompok Doctors Without Borders mengatakan virus Ebola menyebar pada upacara pemakaman korban Ebola yaitu bayi perempuan berusia tiga bulan. Dalam sebuah pengumuman nasional beberapa waktu lalu, Presiden Uganda meminta warganya untuk menghindari kontak tak perlu dengan orang lain dan tidak melakukan jabat tangan. [ris]