Menlu ASEAN Keluarkan Pernyataan Tentang Rohingya
Menlu ASEAN Keluarkan Pernyataan Tentang Rohingya

@IRNewscom | PARA Menteri Luar Negeri ASEAN menyampaikan pernyataan terkait perkembangan terakhir etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Pernyataan tersebut disampaikan pada pertemuan puncak negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Jumat (17/08).
Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu (18/08), setelah Menlu Martin Natalegawa berkomunikasi secara intensif dengan Menteri Luar Negeri Myanmar untuk membahas situasi terakhir di Rakhine State, Myanmar.
Menteri Luar Negeri ASEAN mendukung berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Myanmar untuk mengembalikan situasi yang kondusif khususnya mengatasi situasi kemanusiaan di Rakhine, Myanmar. Negara ASEAN senantiasa siap atas permintaan Pemerintah Myanmar untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Myanmar untuk mengatasi situasi di Rakhine.
Para Menlu menggarisbawahi pentingnya mengembangkan kehidupan yang harmonis dan menanamkan solidaritas nasional pada seluruh elemen masyarakat Myanmar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses demokrasi dan reformasi yang dilakukan Pemerintah Myanmar.
Disampaikan keyakinan dan harapan yang besar terhadap Pemerintah Myanmar bahwa proses demokrasi dan tranformasi politik yang berlangsung di Myanmar termasuk menciptakan kehidupan yang harmonis di antara berbagai komunitas di Myanmar tidak akan berjalan di tempat apalagi mundur.
Indonesia dan beberapa negara ASEAN lainnya yang hadir pada KTT OKI di Mekkah, Saudi Arabia, secara konstruktif telah mendorong Pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan konflik di Rakhine State, Myanmar termasuk akan bermitra dengan ASEAN dalam mendorong penyelesaian konflik dimaksud.
Indonesia memahami kompleksitas dan tantangan yang dihadapi Myanmar dalam menyelesaikan konflik tersebut. Indonesia telah, sedang dan akan terus mendorong Pemerintah Myanmar untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut secara baik dan komprehensif serta mendorong Pemerintah Myanmar dalam proses rekonsiliasi dan penyelesaian secara damai berbagai konflik internal yang terjadi di Myanmar termasuk yang melibatkan etnis Rohingya, demikian Kemlu. [hmp/2]
