Kesehatan

Nyeri di Vagina saat Berhubungan Seks? Awas Gejala Kanker Serviks

Editor : Inge Madjid |Sabtu , 27 April 2013 - 08:08:13 WIB | Dibaca : 1453 Kali |

Foto: Ilustrasi

@IRNewscom I KANKER serviks masih menjadi pembunuh nomor dua setelah penyakit jantung yang mengancam kaum perempuan. Hingga saat ini, gejalanya sendiri belum jelas bahkan hampir tidak menimbulkan gejala apapun. Tahu-tahu, seorang wanita bisa menderita kanker serviks dalam stadium lanjut.

Karena itu, minimal enam bulan sekali, wanita dewasa perlu melakukan tes pap smear untuk mendeteksi keberadaan kanker ini. Terutama bagi Anda yang berusia 25 tahun ke atas.

"Ada banyak jalan yang harus dilakukan pasien untuk pemeriksaan. Pasien harus diperiksa atau dirujuk jika memang mereka menunjukkan gejala," kata Maddy Durant dari Jo Cervical Cancer, London, Inggris, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (27/04).

Dijelaskan, jika terjadi perdarahan abnormal setelah berhubungan intim, harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk diselidiki lebih lanjut. Gejala lain kanker serviks adalah nyeri di dalam dan sekitar vagina saat berhubungan seks, keluar cairan berbau yang tidak menyenangkan, serta rasa sakit yang teramat sangat saat buang air kecil.

Jika kanker telah menyebar, mungkin ada gejala lain seperti sembelit, darah dalam urin, hilangnya kontrol kandung kemih, nyeri tulang, dan pembengkakan pada kaki dan ginjal.

"Kanker serviks memang jarang terjadi pada wanita yang berusia di bawah 25 tahun. Tapi, tidak menutup kemungkinan," ujarnya.

Perlu diketahui, tes pap smear dapat mendeteksi sel yang abnormal (prakanker) pada leher rahim dan bermanfaat untuk mencegah kanker serviks. Skrining serviks bukanlah pemeriksaan untuk mengetahui adanya kanker, melainkan untuk memeriksakan kesehatan sel-sel leher rahim.

Kebanyakan hasil tes akan normal, tetapi untuk satu dari 20 orang wanita, tes tersebut akan menunjukkan beberapa perubahan abnormal pada sel-sel leher rahim. Sebagian besar perubahan ini tidak akan menyebabkan kanker serviks dan sel dapat kembali normal. Namun, dalam beberapa kasus, sel-sel abnormal perlu dirawat untuk mencegahnya menjadi kanker.

Sekitar 2.900 kasus kanker serviks didiagnosa setiap tahunnya di Inggris. Jumlah ini 2 persen dari semua kasus kanker yang didiagnosa pada wanita.

Angka kejadian tertinggi untuk kanker serviks terjadi pada wanita yang usia 30 dan 39 tahun. Sampai dengan tahun 2003, semua wanita yang diminta melakukan pemeriksaan pap smear sejak usia 20 tahun ke atas.  [*]



BERITA LAINNYA :