Kesehatan

Pria dengan Ukuran Testis Besar, Sehat atau Tidak?

Editor : Irman Robiawan |Kamis , 01 Agustus 2013 - 16:26:39 WIB | Dibaca : 257 Kali |

Foto: Ilustrasi.

@IRNewscom | Jakarta: SEBUAH penelitian baru mengungkapkan bahwa pria dengan ukuran testis besar ternyata lebih berisiko terhadap penyakit jantung, darah tinggi, dan menjadi peminum berat alkohol.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pria yang memiliki ukuran testis besar berarti memiliki reproduksi yang baik dan sehat. Namun sebuah penelitian baru menemukan bahwa pria yang memiliki ukuran testis besar cenderung lebih rentan terkena penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan juga menjadi peminum berat alkohol.

Testis adalah kelenjar kelamin jantan pada pria yang terdapat pula pada hewan. Pria memiliki dua buah testis yang dibungkus dengan skrotum. Fungsi dari testis itu sendiri adalah sebagai sistem reproduksi dan sistem endokrin yang berperan memproduksi sperma dan hormon seks pada pria seperti testosteron.

Para peneliti dari University of Florence, Italia, percaya bahwa memiliki testis yang besar adalah salah satu tanda gangguan kesehatan sehingga bisa mambantu para dokter untuk memprediksi risiko penyakit jantung seseorang.

“Meskipun secara umum diasumsikan bahwa memiliki ukuran testis yang besar dapat memprediksi kebugaran reproduksi, namun hasil penelitian kami memberikan wawasan yang lebih luas tentang kesehatan secara keseluruhan dan risiko penyakit kardiovaskular,” kata Giulia Rasterelli, MD, PhD. pemimpin penelitian ini kepada The Telegraph, kemarin (31/7).

Para peneliti mempelajari 2.809 pria yang mengunjungi klinik kesehatan seksual, lalu mereka mencatat ukuran testis dan kemudian menguji kadar hormon mereka sebelum menganalisa kesehatan 1.395 pria selama tujuh tahun.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa pria dengan ukuran testis besar ternyata lebih rentan untuk terkena penyakit jantung dibanding dengan mereka yang memiliki ukuran testis kecil. Selain itu mereka juga menemukan bahwa para pria pemilik testis besar memiliki level luteinizing hormone (hormon pengontrol produksi testosteron) yang tinggi sehingga memengaruhi ukuran testis dan dapat mengganggu sistem kardiovaskular.

Para peneliti menyatakan bahwa penelitian mereka didasarkan pada pria yang memiliki masalah dengan disfungsi seksual, oleh karena itu temuan mereka ini tidak berlaku bagi semua orang.

“Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk memperjelas determinan dan mekanisme pembesaran testis yang bisa memediasi peningkatan risiko penyakit kardiovaskular,” tutup para peneliti. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam The Journal of Sexual Medicine. [duniafitnes/fir] 



BERITA LAINNYA :