Kesehatan

Angka kematian Ibu Melahirkan Tertinggi di Jabar

Editor : Risnawati Avin |Kamis , 27 Desember 2012 - 22:10:56 WIB | Dibaca : 1701 Kali |

ilustrasi bayi

@IRNewscom I Jakarta: ANGKA kematian ibu melahirkan di Indonesia terbilang cukup memprihatinkan. Pada 2012 mencapai 5.118 orang ibu. Sedangkan wilayah yang paling banyak terdapat angka kematian ibu adalah Jawa Barat dengan 837 orang.

Peringkat kedua ditempati Jawa Tengah dengan 668 orang, lalu Jawa Timur 627 orang, Banten 250 orang, serta Nusa Tenggara Timur (NTT) 208 orang. Sementara DKI Jakarta berada diurutan ke-20 dengan 78 orang ibu.

"Untuk usia ibu antara 20-35 tahun, memiliki persentase terbesar yaitu 65,2 persen, yang diatas 35 tahun 25,6 persen, sedang dibawah 20 tahun 6,9 persen," ujar Slamet Riyadi Yuwono Dirjen Bina Gizi & KIA Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Kamis (27/12).

Menurutnya, hampir keseluruhan persentase kematian ibu berada berstatus menikah, yaitu 96,3 persen. Yang tidak menikah namun hidup bersama dengan pasangannya mencapai 1,6 persen. Sedang yang belum menikah sebesar 1,2 persen.

Tingkat pendidikan ternyata juga mempengaruhi angka kematian pada ibu. Pada tingkatan tidak sekolah sampai SD merupakan yang terbanyak yaitu sekitar 60,9 persen. Pada tingkat SMP-SMA sebanyak 33,7 persen. Sedangkan Perguruan Tinggi sekitar 4,9 persen.

"Faktor sarana dan prasarana kesehatan juga mempengaruhi, walaupun terbilang tidak terlalu signifikan. Dipedesaan, persentase kematian ibu mencapai 63,6 persen sedang diperkotaan sebesar 36,4 persen," tambah Slamet.

Dia membeberkan, untuk penyebab kematian ibu faktor internal menjadi yang terbanyak, yaitu sebesar 68 persen. Dengan rincian akibat pendarahan 32 persen, hipertensi 25 persen, infeksi dalam tubuh 5 persen, partus lama atau persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam sekitar 5 persen dan akibat keguguran 1 persen. Sedang dari faktor luar sang ibu sebesar 32 persen.

"Proporsi kematian disekitar persalinan yaitu saat labor dan dalam 24 jam pertama pasca persalinan sangat tinggi dan dalam waktu yang relatif singkat. Penyebab lainnya juga karena terjadinya komplikasi kebidanan yang tidak dapat diprediksi sebelumnya juga menjadi faktor pendukung kematian ibu," tandas Slamet.[sdn-5]



BERITA LAINNYA :