Kronik

Rumah Pangan Lestari, Bisa Hemat Rp 400 Ribu Perbulan

Editor : |Senin , 04 Februari 2013 - 21:53:31 WIB | Dibaca : 399 Kali |

Inilahan tanam sayuran diperkarangan rumah

@IRNewscom I Pandeglang: KEMENERIAN Pertanian (Kementan) meluncurkan program kawasan rumah pangan lestari (KRPL). Program ini diyakini akan dapat menghemat pengeluaran setiap rumah tangga berkisar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per bulan.

"Pengembangan rumah pangan lestari, selain membiasakan masyarakat bercocok tanam dan memanfaatkan pekarangan rumah, juga bisa menghemat pengeluaran," kata Wakil Menteri (Wamen) Pertanian Rusman Heriyaman, saat berkunjung ke Pandeglang, belum lama ini.

Menuru Wamen, dengan menanam aneka jenis sayuran di pekarangan, maka setiap rumah tangga bisa menghemat pengeluaran belanja berkisar Rp300 ribu-Rp400 ribu per bulan.

KRPL, dikembangkan di seluruh daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Rusman memilih Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, sebagai proyek percontohan KRPL, melalui pengembangan tanaman sayuran di pekarangan tempat tinggal warga setempat.

"Menes memiliki potensi sangat bagus untuk pertanian, dan saya ingin daerah ini menjadi percontohan pengembangan KRPL," katanya.

Wamen berharap dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan rumah pangan lestari tersebut.
Ia juga berharap pengembangan kawasan rumah pangan lestari di Menes segera terealisasi sehingga dalam tiga bulan ke depan telah berkembang dan memberikan hasil bagi masyarakat.

"Kalau tidak ada halangan tiga bulan lagi saya akan datang ke sini untuk meninjau sekaligus meresmikan rumah pangan lestari," katanya.

Anggota DPRD Provinsi Banten Saris Priyadi Rahmat menyambut positif keinginan Wamen untuk menjadikan Menes sebagai proyek percontohan pengembangan rumah pangan lestari.

"Kita sangat mendukung itu, dan memang sesuai dengan program pemerintah Kabupaten Pandeglang yang menjadikan agribisnis pertanian sebagai andalan pembangunan ekonomi daerah dan masyarakat," kata Saris, yang juga tokoh masyarakat Menes tersebut.

Menurut dia, pembangunan rumah pangan lestari di Kecamatan Menes juga mendapat dukungan dari BPPT Provinsi Banten, yang telah menyatakan kesiapannya memberikan bantuan benih pada masyarakat.

"BPPT akan menyalurkan aneka jenis benih sayuran pada masyarakat untuk ditanam di pekarangan rumah. Untuk tahap awal program pembangunan rumah pangan lestari melibatkan 50 kepala keluarga warga Menes," katanya.

Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi menyatakan dukungannya terhadap pengambangan KRPL dan pemilihan Kecamatan Menes sebagai proyek percontohan program tersebut di Pandeglang.

"KRPL merupakkan terobosan Kementan memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami berbagai jenis sayuran dan tanaman lain guna mendukung ketersediaan pangan," katanya.

Dalam program tersebut, kata dia, pemerintah memberian bantuan pada masyarakat, diantaranya benih sayuran untuk ditanam dipekarangan. Ia juga menjelaskan, selama ini terus mengimbau agar warga setempat untuk menanami pekarangan yang kosong dengan aneka jenis tanaman sayuran.

"Kita minta warga tidak membiarkan tanah pekarangan rumah dibiarkan kosong. Tanamilah dengan aneka jenis sayuran," katanya.

Penanaman halaman rumah, kata dia, selain membuat suasana hijau atau tidak gersang juga dapat memberikan manfaat. Warga tidak perlu membeli sayuran untuk kebutuhan sehari-hari, tambahnya.

Warga Pandeglang, terutama di perdesaan memiliki lahan pekarangan cukup luas, sehingga jika ditanami dengan aneka jenis sayuran hasilnya cukup lumayan.

"Jika pekarangan itu ditanami cabai, maka warga tidak perlu membeli cabai untuk memasak, demikian juga kalau ditanami jenis sayuran lain seperti sawi, terong dan tomat, ini akan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Aneka jenis sayuran, kata dia, sangat bermanfaat bagi kesehatan dan ketercukupan gizi bagi badan. Jika warga menanam sayuran maka bisa secara rutin mengkonsumsi sayuran. Bupati juga menyatakan, setiap warga di daerah itu harus mampu meningkatkan perekonomian keluarganya masing-masing, dan itu sangat memungkinkan agar ada kemauan.

Menurut dia, peningkatkan ekonomi keluarga bisa dilakukan kalau setiap warga mau bekerja dan memanfaatkan potensi yang ada. Sebagai contoh, kata dia, kalau setiap warga mau memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami aneka jenis sayuran atau pohon lainnya maka akan mendatangkan penghasilan.

"Di mulai dari pekarangan rumah saja. Kalau lahan pekarangan ditanami sayuran bisa menghemat pendapatan hingga Rp300 ribu per bulan, dan tentunya juga bisa mendatangkan penghasilan tambahan," katanya.

Pemkab Pandeglang, kata dia, sterus mendorong kemandirian pangan masyarakat serta mewujudkan mandiri pangan di daerah tersebut.

Menurut dia, guna melaksanakan kebijakan pembangunan ketahanan pangan, pemerintah berperan dalam memfasilitasi masyarakat dan swasta atau dunia usaha untuk bersama-sama mensukseskan pembangunan ketahanan pangan di daerah itu. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan meningkatkan peran Dewan Ketahanan Pangan (DKP) di tingkat Kabupaten Pandeglang.[ant]



BERITA LAINNYA :