Metropolitan

Dubes China Gandeng Jokowi, Bangun Jakarta

Editor : |Rabu , 06 Februari 2013 - 20:54:10 WIB | Dibaca : 608 Kali |

Foto: Istimewa

@IRNewscom I Jakarta: DUTa Besar China untuk Indonesia Liu Jianchao menemui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas sejumlah rencana kerja sama dalam berbagai bidang.

"Kami ingin bekerja sama dengan pemerintah DKI dalam berbagai bidang, antara lain penanganan banjir, transportasi, komunikasi, pendidikan, kebudayaan serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)," kata Liu usai melakukan pertemuan dengan Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu(6/2).

Terkait permasalahan banjir, Liu mengungkapkan pihaknya memiliki beberapa perusahaan yang khusus mengerjakan proyek-proyek untuk menangani masalah banjir.

"Perusahaan-perusahaan itu khusus mengerjakan proyek-proyek penanganan banjir, seperti melakukan pengerukan dan pembersihan air. Jadi, kami rasa modal kami cukup untuk mengajak pemerintah DKI bekerja sama," ujar Liu.

Sementara itu, sambung Liu, terkait bidang transportasi, pihaknya berharap dapat meningkatkan perannya dalam membantu mengatasi masalah lalu lintas dan kemacetan di Jakarta.

"Sebelumnya, kami sudah mengirimkan lebih dari 60 armada bus ke Jakarta. Selanjutnya, kami ingin membantu lebih banyak, sehingga masalah lalu lintas, transportasi dan kemacetan di Jakarta dapat diselesaikan," kata Liu.

Selain banjir dan transportasi, Liu mengaku pihaknya memiliki niat kuat untuk melanjutkan kerjasama dalam bidang politik, budaya dan ekonomi yang sampai dengan saat ini masih terjalin dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi mengaku menyambut baik kehadiran dubes China tersebut di Balai Kota beserta sejumlah rencana kerja sama yang ditawarkan.

"Banyak negara-negara yang ingin membantu Jakarta agar lebih maju dan berkembang. Mereka sudah berpengalaman, makanya kita sambut baik semua bantuan itu," tutur Jokowi.

Menurut Jokowi, ada berbagai macam permasalahan di ibu kota, oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta perlu bertukar pengalaman dengan negara-negara lain dalam mengatasi masalah itu satu per satu.[*]



BERITA LAINNYA :