Nasional

Silabus Kurikulum 2013 Bukan untuk Lemahkan Guru

Editor : Inge Madjid |Senin , 14 Januari 2013 - 12:38:27 WIB | Dibaca : 397 Kali |

Mendikbud Mohammad Nuh I Foto: Dok

@IRNewscom I Jakarta: KEBERHASILAN kurikulum 2013 nanti tidak bisa terlepas dari peran guru sebagai ujung tombak pendidikan. Namun, kesiapan guru menghadapi tantantangan kurikulum baru yang berkonsep tematik integratif, seringkali menjadi persoalan.

Meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah menjanjikan akan memberikan pelatihan yang memadai selama rentang waktu Februari-Juni mendatang. Pelatihan pun akan dilanjutkan sambil berjalannya kurikulum di tahun ajaran baru. Namun, hal ini tetap saja menuai protes.

Salah satunya datang dari Forum Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti yang secara terang-terangan mengungkapkan kalau selama ini guru tidak pernah mendapat pelatihan.

’’Bagaimana mungkin kurikulum bisa berhasil, jika guru tidak pernah diberikan pelatihan? Kurikulum baru ini dengan silabus semua dari pemerintah sama saja dengan meninabobokan guru,’’ tegasnya saat dihubungi IRNews, Senin (14/01).  

Menanggapi hal itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menegaskan, bahwa pembuatan buku babon (buku induk) dari pemerintah justru untuk memudahkan guru dalam mengajar.  Sebab, pada kurikulum 2004 dan 2006 saat guru diberikan kebebasan untuk membuat silabus, para guru malahan banyak mengambil konten-konten pelajaran dari kurikulum sebelumnya.

’’Jadi sebenarnya tidak ada yang baru. Belum lagi, banyak konten buku yang melenceng dan kurang mendapat pengawasan, seperti adanya Bang Maman dari Kali Pasir dan Maria Ozawa yang menghebohkan itu,’’ paparnya di Kemendikbud Senin (14/01).

Jadi, kata Nuh, bukan ingin meninabobokan guru, tapi dengan silabus itu diharapkan guru bisa lebih fokus terhadap terhadap bahan pengajaran. ’’Kan tetap saja butuh kreativitas dalam menuangkan poin-poin yang ada di silabus agar siswa bisa terpacu untuk memahami pengajaran secara kritis,’’ urainya.

Mengenai pelatihan juga, seperti sudah diberitakan sebelumnya, Kemendikbud akan memulai pelatihan guru sejak Februari atau Maret mendatang. Dimulai dengan pelatihan dengan pelatih nasional, konsep master teacher, dan pelatihan guru-guru secara random sekitar 30 persen guru dari kelas I, IV, VII, dan X. [mar-4]



BERITA LAINNYA :