Nasional

Siswa di Daerah Terpencil Juga Berhak untuk Sekolah

Editor : |Kamis , 02 Mei 2013 - 10:36:19 WIB | Dibaca : 393 Kali |

Foto: Ist

@IRNewscom I Jakarta: PENDIDIKAN adalah hak semua Warga Negara Indonesia (WNI). Untuk itu, pelajar yang ada di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) pun berhak mendapat akses pendidikan.

Hal itu ditegaskan Mendikbud Mohammad Nuh dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kemendikbud, Jakarta, Kamis (02/05). ''Kami berupaya untuk terus menyediakan ketersediaan satuan pendidikan yang layak di daerah 3T,'' urainya.

Saat ini, Kemendikbud sudah melakukan pengiriman guru melalui program Sarjana Mendidik di daerah 3T (SM3T). Dari sisi keterjangkauan juga, lanjut dia, pihaknya menyediakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan dasar dan menengah, Bantuan Operasional PTN (BOPTN), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Bidik Misi, dan Beasiswa.

''Pada 2013 ini, kami sudah menyediakan anggaran Rp 7,8 Triliun untuk BSM,'' kata Nuh.

Kemendikbud juga membuka sejumlah PTN dan akademi komunitas untuk mendekatkan akses pendidikan tinggi di beberapa daerah yang terpencil. ''Kami sudah menyiapkan kebijakan, khusus untuk putra-putri di Papua, Papua Barat, dan daerah 3T untuk bersekolah di PTN terbaik melalui program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK),'' tandasnya. [mar-14]



BERITA LAINNYA :