Nasional

KNPI Banten Ikrar Anti Narkoba

Editor : Risnawati Avin |Jumat , 17 Mei 2013 - 13:46:46 WIB | Dibaca : 494 Kali |

Foto: Aryo/IRNews

@IRNewscom I Jakarta: KOMITE Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banten sebagai Ujung Tombak dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), berpartisipasi sebagai peserta dalam Focus Group Discussion (FGD). Hal tersebut dilakukan selain sebagai program anti narkoba yang dimiliki KNPI Banten, juga sebagai upaya menanggulangi bahaya narkoba.

Kasubdit Media Non Elektronik Direktorat Diseminasi Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Retno Sukesti mengatakan hasil penelitian tahun 2011 BNN bekerjasama dengan Puslitkes UI, Provinsi Banten merupakan peringkat ke-13 sebagai daerah rawan penyalahgunaan narkoba.

"karena sasaran pengedar adalah generasi muda untuk memperbodoh bangsa, sebagai cara untuk menghancurkan generasi muda," kata Retno, Jakarta, Jumat (17/05)

Retno menyampaikan materi dalam bidang pencegahan bagi pemuda KNPI Banten dengan mengajak melaksanakan P4GN secara sinergis dan komprehensif dimana maksudnya adalah BNN melaksanakan P4GN bersama-sama dengan instansi pemerintah, organisasi pemuda, dan organisasi masyarakat lainnya.

"sehingga akan mencapai suatu tujuan dalam mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba Tahun 2015," jelas Retno.

Sementara itu, Kabid Pencegahan BNN Provinsi Banten Letkol Sugino mengatakan bahwa narkoba merupakan penjajah modern abad 21, Indonesia dibuat tercerai berai karena narkoba, rakyat dibuat menjadi bodoh. Sebagai pemuda harus punya idealisme yang tinggi dalam menjaga negara.

"KNPI sebagai pemuda Banten harus kreatif dan inovatif agar menjadi SDM yang kuat. Jika ingin maju, sayangi masyarakat, masyarakat sebagai asset, cintai masyarakat dengan melakukan kegiatan nyata yang berguna bagi masyarakat," kata Letkol Sugiono disaat yang sama.

Lebih lanjut, Letkol Sugiono mengungkapkan, di daerah-daerah pesisir banyak yang tidak tahu akibat dari penyalahgunaan narkoba. Dalam hal ini, BNN Pusat dengan BNN Provinsi Banten harus melakukan sosialisasi di daerah-daerah yang belum terjangkau mengenai penyuluhan narkoba, karena banyak anak-anak yang tidak tahu mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.

Dalam upaya tersebut, Lanjut Letkol Sugiono, KNPI bisa bekerjasama dengan BNN Provinsi Banten untuk menjadikan anggota KNPI Provinsi Banten sebagai kader anti narkoba dengan dibekali pengetahuan tentang narkoba. KNPI sebagai pelopor pemuda harus mempunyai pendidikan tentang narkoba.

"Dan sebagai contoh, pemuda KNPI harus bebas narkoba dalam menyampaikan dampak penyalahgunaan narkoba kemana-mana," katanya.

Perlu langkah-langkah strategis mulai dari pencegahan, pengenalan narkoba dan dampaknya. Penyuluhan minimal di tingkat pemuda sebagai strategi cabang-cabang KNPI lainnya agar dilakukan sosialisasi dan advokasi secara intensif untuk mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba, serta melakukan tes urine.

Adapun usulan dari peserta FDG dari KNPI Banten bahwa bahwa bagaimana jika dibuat kerjasama dengan dunia pendidikan agar dimasukan dalam kurikulum sekolah tentang narkoba dan sebaiknya guru menyampaikan 5 (lima) menit sebelum memulai pelajaran. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan penyuluhan dan mengingatkan muridnya agar tidak menyalahgunakan narkoba (say no to drugs) karena pengenalan narkoba sudah dapat dilakukan sejak usia dini.

Lebih lanjut, KNPI Banten menyatakan sepakat bahwa dalam kepengurusan KNPI ke depan perlu dilakukan tes urine, agar pengurus KNPI bebas dari narkoba. KNPI Banten siap bekerjasama dengan BNN Provinsi Banten sebagai garda terdepan menjadi kader dan satgas anti narkoba dalam menuju Indonesia Bebas Narkoba 2015. Dalam acara FGD tersebut, diakhiri dengan pengucapan Ikrar Anti Narkoba oleh KNPI Banten. [ary-5]



BERITA LAINNYA :