Nusantara

Ular Tanah Rambah Pemukiman di Lebak, Akibat Perubahan Cuaca

Editor : |Sabtu , 02 Februari 2013 - 13:53:12 WIB | Dibaca : 2110 Kali |

Munculnya ular tanah merambah pemukiman di Labak, Banten disebabkan hilang sejumlah predator pemasanga.

@IRNewscom I Lebak: PEMERHATI Kehutanan Iman Rihmayudin menilai ular berbisa jenis ular tanah (ankistrodon rhodostoma) yang merambah pemukiman warga Kabupaten Lebak, Banten akibat perubahan cuaca. Selain itu, katanya, hilangnya pakan alami juga menjadi penyebab ular tersebut mencari mangsa di lokasi pemukiman.

"Saya kira ular berbisa masuk pemukiman warga karena dihabitatnya tidak ada makanan," kata Iman Rihmayudin Rangkasbitung, Sabtu (02/02).

Ia mengatakan, ular-ular berbisa jenis ular tanah menyerbu pemukiman warga sebagaimana laporan petugas Puskesmas Panggarangan Kabupaten Lebak hingga menyebabkan 21 warga digigit ular selama sepekan terakhir, akibat tingginya curah hujan.

Biasanya, curah hujan tinggi, populasi ular mencari tempat perlindungan ke lokasi yang suhunya panas sekaligus tersedia makanan, di antaranya kodok.

Selain itu juga menghilangnya predator alaminya, seperti burung elang, termasuk burung hantu.
Saat ini, kata Iman Rihmayudin, burung pemakan ular terancam hampir punah, akibat banyaknya perburuan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

"Kalau dulu tidak ada ular masuk pemukiman, meskipun berdekatan dengan ladang atau hutan, karena masih banyak burung pemakan ular," katanya.

Iman menjelaskan, populasi ular tanah habitatnya berkembangbiak di ladang-ladang, hutan maupun tegalan dan sawah. Saat ini, ujar Iman, populasi ular mematikan itu hampir terdapat di 28 kecamatan di daerah itu. Bahkan, pinggiran Kota Rangkasbitung juga banyak warga yang menjadi korban gigitan ular jenis tersebut.

Karena itu ular berbisa jenis ular tanah sangat menakutkan. Sebab jika digigit bisa mengancam keselamatan jiwa, sehingga harus segera dibawa ke rumah sakit atau puskesmas untuk mendapat pertolongan. "Kami minta warga tetap waspada terhadap gigitan ular berbisa sehubungan musim hujan," katanya.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Heru Haerudin mengimbau masyarakat agar mewaspadai penyebaran populasi ular tanah menyusul curah hujan semakin tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Populasi ular tanah jika malam hari setelah turun hujan semakin banyak berkeliaran ke pemukiman penduduk, dengan sasaran mencari kodok atau makanan lainnya. Kebanyakan warga yang menjadi korban gigitan ular di daerah pemukiman itu ketika berjalan kaki malam hari dan kemudian menginjaknya.

Selain itu warga yang sedang membersihkan sampah maupun ladang perkebunan. "Kami setiap triwulan menerima laporan dari petugas sebanyak 38 kasus warga yang menjadi korban gigitan ular tanah," katanya.[ant]



BERITA LAINNYA :