Nusantara

Praktek Tambang Emas Ilegal di Solok Selatan Makin Menggurita

Editor : Risnawati Avin |Sabtu , 23 Maret 2013 - 12:09:53 WIB | Dibaca : 1290 Kali |

ilustrasi

@IRNewscom I Muaralabuh: BUPATI Solok Selatan Muzni Zakaria mengatakan tambang emas ilegal makin menggurita di Solok Selatan.

"Selama dua tahun, setiap 24 jam sehari alat berat bekerja mengeruk emas di sini, leluasa tanpa bisa dibrengus oleh hukum,"ujar Muzni saat menerima kunjungan Kaukus Parlemen terdiri dari anggota DPR dan DPD RI yang dipimpin langsung Ketua DPD RI Irman Gusman, Sabtu (23/03).

Praktek tambang emas ilegal di Solok Selatan, sebenarnya kata Muzni sudah lama terjadi. "Tapi dengan alat tradisionil, kalau dengan alat berat baru dua tahun terakhir. Sehingga saya menambah julukan kabupaten ini sebelumnya negeri Seribu Rumah Gadang dan Seribu Sungai, kini menjadi negeri Seribu Eskavator menambang liar emas," ujarnya.

Bupati Muzni bertekad mendelete negeri seribu eskavator itu. "Semoga adanya perhatian khusus anggota DPR dan DPD RI bisa dicarikan jalan keluar. "Teruma melakukan penataan sesuai hukum yang berlaku terkait potensi emas yang dimiliki Solok Selatan. Tidak lewat demo pengerahan massa yang banyak pihan dibalik aksi beberapa hari lalu itu," ujar Muzni.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan illegal mining di sini sudah jelas kini butuh komitmen bersama seluruh elemen di negeri seribu rumah gadang ini.

"Data dan dampaknya sudah lalu solusinya dilakukan penertiban, selanjutnya bagaimana kelanjutan dari kekayaan emas Solok Selatan ini adalah penetapan wilayah pertambangan untuk dikeluarkan izin penambangan rakyat. Pengusaha boleh menambang asal memenuhi izin dan punya komitmen terhadap rakyat dan daerah ini," paparnya.[adr-5]



BERITA LAINNYA :