Nusantara

Poldasu Sidik Dugaan Korupsi Alkes di Lima Kabupaten/Kota

Editor : Irman Robiawan |Rabu , 01 Mei 2013 - 16:00:21 WIB | Dibaca : 164 Kali |

Foto: Ilustrasi.

@IRNewscom I Medan: PENYIDIK Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), melakukan penyidikan adanya dugaan korupsi penyimpangan dan mark up alat kesehatan di lima kabupaten/kota yang ada di provinsi ini.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho, Rabu (1/5), mengatakan dari penyelidikan dan data awal yang mereka temukan, adanya dugaan penyimpangan proyek tersebut.

Namun karena alasan masih pul paket dan pul data, maka dirinya belum mau memberikan penjelasan secara rincu hasil temuan mereka.

"Yang kita temukan itu diantaranya ada di  Tapanuli Tengah (Tapteng), Labuhan Batu Selatan (Labusel), Serdang Bedagei (Sergei) serta dua lagi sudah didalami. Nanti kita beberkan kalau sudah waktunya, " katanya.

Dia menambahkan, adanya penyimpangan dalam pengadaan alat kesehatan itu, ditemukan dari permintaan pengadaan alat kesehatan di lima kabupaten itu masing-masing yang berbeda.

Menurutnya, bukti awal adanya penyimpangan dan mark up yang diduga terjadi pada pengadaan alat kesehatan (alkes) kedokteran dan keluarga berencana (KB) di Dinas Kesehatan Labusel, sudah diketahui, dimana oleh penyedia diserahkan dalam keadaaan rekondisi berupa tiga unit refrigerator centrifuge dan dua unit inkubator transport senilai Rp3 miliar berpotensi merugikan negara Rp10 miliar dari total pagu anggaran Rp23 miliar.

"Ini masih kita dalami. Bukti awal sudah kita pegang, " tambahnya.

Penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskimsus Poldasu juga  sudah memeriksa lima orang saksi. Bahkan telah melakukan pemblokiran terhadap empat nomor rekening dari perusahaan rekanan Dinas Kesehatan Labusel tersebut. Keempat rekening itu milik JW, JT, TA dan HR. Penyidik juga telah menyita alkes dari tiga puskesmas di Labusel. [ayt-8] 



BERITA LAINNYA :