Nusantara

Penggusuran Toko Buku Bekas di Medan Ricuh

Editor : Nurakhmayani |Kamis , 20 Juni 2013 - 12:41:11 WIB | Dibaca : 415 Kali |

Foto: ayt/IRNewscom

@IRNewscom | Medan: UPAYA penggusuran ratusan toko buku bekas di kawasan Lapangan Merdeka Medan, Sumut (Kamis) 20/6) berlangsung ricuh.

Kericuhan terjadi, karena adanya perlawanan dari 200 orang lebih pedagang buku bekas di Lapangan Merdeka Medan, terhadap ratusan anggota Satpol PP Pemkot Medan, yang memaksa masuk kedalam wilayah toko buku.

Para pedagang yang membawa kayu, memukul petugas Satpol PP Pemkot Medan. Sedangkan petugas Satpol PP menggunakan tameng anti huru hara, membalas dengan memukul pedagang menggunakan pentungan yang mereka bawa.

Aksi ini berlangsung 15 menit. Karena situasi sudah tidak terkendali, ratusan aparat kepolisian langsung mengambil alih, dan mencoba meredakan kericuhan. Para pedagang pun mundur ke lokasi toko buku, dan suasana tegang berangsur normal.


"Kami hanya mempertahankan hak. Jangan gusur penjualan buku bekas di Lapangan Merdeka Medan, " kata Dayat Genjer, salah satu pedagang buku bekas, sambil memegang Bendera Merah Putih di tangan kanannya.

Situasi tegang perlahan mulai normal. Pihak Pemkot Medan mencoba melakukan negosiasi dengan para pedagang. Dua jam negosiasi berakhir deadlock. Satpol PP Pemkot Medan berhasil dipukul mundur, dan aparat kepolisian pun bubar.

Akhirnya penggusuran batal dilakukan. Dua unit eskavator yang semulai telah siap membongkar ratusan bangunan permanen toko buku bekas itupun pergi meninggalkan lokasi. Pedagangpun berteriak senang sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ratusan pedagang buku bekas di Lapangan Merdeka, Medan menolak dipindahkan kelokasi lain. Mereka siap-siap melawan petugas satpol PP yang akan menggusur toko buku bekas mereka. [ayt-15]



BERITA LAINNYA :