Nusantara

Kantor Pos Bontang Salurkan 380 Kartu BSM

Editor : Hendry Sihaloho |Minggu , 23 Juni 2013 - 03:52:49 WIB | Dibaca : 697 Kali |

Siswa Sekolah dasar (SD) mengantre untuk mengambil Bantuan Siswa Miskin di Kantor Pos | Foto: Antara

@IRNewscom | Samarinda: KANTOR Pos Kota Bontang, Kalimantan Timur, segera menyalurkan 380 kartu Bantuan Siswa Miskin (BSM) untuk dua wilayah kerjanya, yakni Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur.

"Sebanyak 380 kartu BSM akan kami salurkan kepada siswa sekolah dari keluarga miskin di Kota Bontang dan Kutai Timur," kata Kepala Kantor Pos Bontang, Surya Hambali, Sabtu (22/06).

Program BSM itu disalurkan, kata dia, karena masih banyak anak-anak yang tidak dapat bersekolah, putus sekolah dan tidak dapat melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang pendidikan berikutnya.

Salah satu penyebabn, yakni kesulitan orangtua/keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan lainnya seperti baju seragam, buku tulis, sepatu, biaya transportasi maupun biaya pendidikan lainnya yang tidak ditanggung melalui dana BOS. "Hal inilah yang melatarbelakangi dikembangkannya program BSM. Namun, untuk penyaluran di Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur, masih terkendala alamat siswa dan sekolahnya, yang tidak dicantumkan dalam data yang diberikan pusat," ujarnya sambil menyebutkan bahwa aat ini masih dalam tahap koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bontang dan Kutai Timur.

Program BSM, lanjut dia, merupakan program nasional yang bertujuan untuk menghilangkan halangan siswa miskin berpartisipasi untuk bersekolah dengan membantu mereka memperoleh akses pelayanan pendidikan yang layak, mencegah putus sekolah, menarik siswa miskin untuk kembali bersekolah. Kemudian, membantu memenuhi kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran, mendukung program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (bahkan hingga tingkat menengah atas) serta membantu kelancaran program sekolah.

Melalui Program BSM ini diharapkan anak usia sekolah dari rumah-tangga/keluarga miskin dapat terus bersekolah dan di masa depan diharapkan mereka dapat memutus rantai kemiskinan yang saat ini dialami orangtuanya.

Menurutnya, program BSM juga mendukung komitmen pemerintah untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan di kabupaten/kota miskin dan terpencil serta pada kelompok marjinal.

Program ini kata dia bersifat bantuan langsung kepada siswa dan bukan beasiswa, karena berdasarkan kondisi ekonomi siswa dan bukan berdasarkan prestasi (beasiswa), mempertimbangkan kondisi siswa, sedangkan beasiswa diberikan dengan mempertimbangkan prestasi siswa.

Penerima BSM untuk Sekolah Dasar dari keluarga miskin, kata Surya Hambali, dibuktikan dengan surat keterangan kepala sekolah dengan kriteria, tingkat kehadiran 75 persen di sekolah, memiliki kepribadian terpuji (rajin dan disiplin), taat aturan dan tata tertib, santun serta tidak merokok atau terlibat narkoba.

Sementara itu, penerima BSM untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah siswa miskin yang memenuhi sekurang-kurangnya satu dari kriteria, yakni orang tua siswa terdaftar sebagai peserta PKH, memiliki kartu miskin, yatim/piatu, pertimbangan lain misalnya, kelainan fisik, korban musibah berkepanjangan, anak korban PHK, atau indikator lokal lainnya. "Khusus 380 kartu BSM ini adalah siswa kelas enam SD yang akan melanjutkan ke SMP," ujar Surya Hambali seperti dilansir Antara.

Dia meminta pihak sekolah agar tidak memotong sedikitpun dana BSM yang memang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga miskin untuk keperluan sekolah mereka nantinya. "Karena ada pengalaman kadang secara fisik siswa yang menerima dana yang disalurkan dari pos tetapi kadang diminta guru dan dana yang sampai tidak utuh lagi," katanya. [ant]



BERITA LAINNYA :