Nusantara

Demo Kenaikan UMK di Surabaya Ricuh

Editor : Rizal Husen |Selasa , 20 November 2012 - 21:39:33 WIB | Dibaca : 799 Kali |

RICUH: Demonstran di depan Kantor Gubernur Jawa Timur

@IRNewscom I Surabaya: AKSI demo ribuan buruh menuntut Kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2013 dari berbagai elemen di Kantor Gubernur Jawa Timur Jalan Pahlawan Surabaya berakhir ricuh, Selasa (20/11).

Semula aksi berjalan tertib. Mereka hanya meneriakkan yel-yel dan membentangkan poster bertuliskan permintaan kenaikan UMK sebesar Rp 2,2 juta. Sesekali masing-masing koordinator berorasi sambil meminta Gubernur Jatim Soekarwo menemui buruh.

"Kami minta Gubernur Soekarwo keluar dan menemui buruh. Kami juga minta Gubernur mengabulkan tuntutan buruh," ujar orator pendemo.

Perwakilan buruh akhirnya diterima oleh Asisten III Setdaprov Jatim Edy Purwinarto di Ruang Kadiri, Lantai 2 Kantor Gubernur Jatim. Namun buruh menolak karena hanya ingin berdialog dengan gubernur.

"Kalau begitu kami keluar dan tidak mau dialog dengan asisten. Gubernur tidak mau menemui, ayo keluar," teriak perwakilan buruh SPSI Gresik, Suyanto.

Aksi mulai tak terkendali ketika massa merasa benar-benar tidak akan ditemui gubernur. Tanpa dikomando, massa merangsek maju dan merusak kawat berduri yang sudah dipasang di depan pagar.

Setelah merusak kawat berduri, massa semakin mendekat dan melempari polisi menggunakan benda seadanya, seperti botol dan benda lainnya. Karena tidak bisa dikendalikan, polisi menyemprotkan gas air mata hingga membuat massa berlarian menyelamatkan diri.

"Kami sangat menyayangkan tindakan massa. Kami sudah meminta mereka tidak mendekat, tapi tak diindahkan," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko.

Akibat kericuhan ini, pagar halaman kantor gubernur rusak. Bahkan buruh sempat membakar tanda pagar pembatas jalan dan rambu lalu lintas di depan Tugu Pahlawan.

Asisten III Setdaprov Jatim Edy Purwinarto menyesalkan aksi buruh sampai berakhir ricuh. Menurut dia, semua masih bisa dibicarakan tanpa tindakan anarkis.

"Gubernur bukan tidak mau menemui, tapi beliau sedang rapat dan tidak bisa ditinggal," ujar pejabat yang juga Ketua Dewan Pengupahan Jatim tersebut.[riz]



BERITA LAINNYA :