Ritual Makan Fajar Sebelum Salat Id
Ritual Makan Fajar Sebelum Salat Id

@IRNewscom | Sumut: LAIN lubuk lain ikan, lain tempat lain pula tradisinya. Mungkin pepatah itulah yang pantas diucapkan kepada Masyarakat Mandailing di Sumatera Utara. Pasalnya, masyarakat yang berasal dari wilayah Tapanuli ini punya tradisi sendiri dalam menyambut Idul Fitri. Mereka makan fajar dan saling bermaaf-maafan sebelum salat Idul Fitri (Id).
Sejak malam dini hari, masing-masing keluarga sudah disibukkan dengan kegiatan masak-memasak. Hal itu dilakukan guna mempersiapkan makan fajar usai salat subuh.
Menurut salah satu tokoh masyarakat Mandailing, Syamsir Tanjung makan fajar ini mengambil pelajaran dari sunah Rasul yang mengharuskan berbuka (makan) sebelum salat Id. Sunah inilah yang menjadi landasan masyarakat Mandailing untuk melaksanakan makan fajar bersama keluarganya.
Momentum makan fajar seakan menjadi sakral dalam tatanan adat. Karena disinilah, sanak keluarga berkumpul, baik yang berada di kampung maupun mereka yang ada diperantuan.
"Usai shalat Id, barulah kita saling bermaafan ke tetangga dan jiran. Dan tradisi ini biasanya akan tetap dilaksanakan, walau masyarakat Mandailing ada di perantauan," kata Syamsir Tanjung, di Kecamatan Bandar Pulau Kab. Asahan, Minggu (19/08).
Mengapa sakral? Karena usai makan fajar, nantinya akan ada kata-kata nasihat dari orangtua mereka. Orangtua akan menasehati anak. Selanjutnya, nasihat itu juga disambut anak-anaknya.
Usai rangkaian itu, kedua orangtua mereka akan saling bermaafan dihadapan anak-anaknya. Barulah anak-anak mereka sujud kehadapan orangtuanya untuk meminta maaf. [sb/2]
