Khatib: Puasa Ramadhan Musti Beri Dampak Positif
Khatib: Puasa Ramadhan Musti Beri Dampak Positif

@IRNewscom I Jakarta: KABINET Indonesia bersatu jilid II menggelar Salat Idul Fitri 1433 H atau 2012 M di Masjid Istiqlal . Salat ini dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dan Duta Besar negara sahabat.
Dalam pengamatan IRNews, tampak pula Menko pereokonomian Hatta Radjasa, Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Agama Suryadarma Ali, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, dan Ketua DPR RI Marzukie Alie.
Khatib pada shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal adalah Prof. DR. Muhibbin, MA, Rektor IAIN Wali Songo Semarang. Ia menjelaskan bahwa sesungguhnya kita telah lulus dari diklat Ramadhan dengan mendapatkan ketakwaan yang tinggi dan sempurna, sehingga dapat mewujudkan ketakwaan tersebut dalam diri manusia.
"Untuk itu, dalam bulan syawal ini kita harus tunjukan kepada siapapun bahwa puasa Ramadhan yang kita laksanakan benar-benar mendapatkan dampak positif bagi kita," ujar Muhibbin dalam khutbahnya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (19/08).
Khutbah Idul Fitri 1433 H dengan tema 'Ramadhan Mensucikan Jiwa dan Membangun Masyarakat Unggul' ini memaparkan persoalan yang berkaitan dengan moral, selalu akan menjadi persoalan bagi setiap bangsa dimanapun berada. Pasalnya moral merupakan fondasi yang akan menentukan perjalanan sebuah bangsa ke depan.
"Untuk itulah Islam sangat Intens menyikapi persoalan ini dan sangat menekankan kepada seluruh umatnya agar dapat berprilaku baik, santun dan menghargai pihak lain," imbuh Muhibbin.
Disamping itu, ia menjelaskan bahwa persoalan kebodohan dan kemiskinan adalah persoalan yang serius. Sehingga, Islam juga menekankan agar umatnya senantiasa berusaha menghilangkan atau setidaknya berusaha mengurangi kemiskinan tersebut.
"Tentu pelbagai usaha menuju kes ana harus terus diupayakan melalui berbagai aktifitas nyata dan terukur," jelasnya.
Muhibbin menambahkan bahwa Islam memerintahkan agar umatnya menjadi manusia yang unggul dalam perbagai hal dengan menunjukkan perilaku santun kepada siapapun. Dan sebaliknya Islam sangat menganjurkan kepada pemeluknya untuk menjadi pribadi unggul yang selalu berbuat baik dan dapat memberikan manfaat kepada sesama, lingkungan serta bangsanya.
Ia mengingatkan kepada seluruh jamaah bahwa yang yang kita lakukan untuk membangun masyarakat unggul an juga dalam rangka kesejahteraan bangsa ini adalah semata mata dalam upaya pengabdian kepada Allah SWT.
"Karena hanya Allah-lah sesungguhnya yang dapat mewujudkan semua keinginan kita," tutup Muhibbin. [al/2]
