Kolom

Bila Pengidap Lupus dan AIDS Bertemu

Editor : Berto Riyadi |Senin , 25 Maret 2013 - 12:09:30 WIB | Dibaca : 2989 Kali |

Sosialisasi. Lupus dan sharing Odapus dalam acara obrolan Santai di sanggar Yayasan Pelita Ilmu (komunitas Odha)

IRNewscom | Jakarta: APA jadinya jika para pengidap HIV/AIDS bersatu dengan pengidap Lupus dalam suatu forum diskusi? Ternyata seru. Masing-masing pihak menyuarakan bahwa pemerintah sudah seharusnya memperhatikan para pengidap dua penyakit yang ditakuti banyak orang itu.

Begitulah suasana Obrolan Santai (Obras) antara para pengidap HIV/AIDS dengan Lupus di kantor LSM Kesehatan Yayasan Pelita Ilmu Jakarta, Sabtu (23/03).

Dua kelompok itu bernauh di bawah lembaga swadaya masyarakat bidang kesehatan yang berbeda. Orang dengan HIV/AIDS (Odha) di bawah Yayasan Pelita Ilmu dengan koordinator Tika. Sedangkan Orang dengan Lupus (Odapus) bernaung di bawah YLI dengan koordinator Tiara Savitri.

Soal perhatian pemerintah, cenderung mengutamakan pada LSM Odha dibanding Odapus. Berbagai kegiatan dan fasilitas pemerintah diberikan kepada LSM yang menaungi Odha. Sedangkan Odapus kurang mendapat perhatian. “Jangankan bantuan langsung (kecuali Askes, Jamkesmas, Kartu Sehat kepada penderita) kantor kami saja (YLI) dipinjami oleh RS Kramat, Jakarta,” kata Humas YLI Eva Meliana.

Padahal, dua kelompok ini memiliki penyakit yang mirip: Sama-sama terkait kekebalan tubuh (anti body). Pada Odha, anti body sangat lemah, bahkan tidak berperan. Sedangkan Odapus sebaliknya, anti body terlalu aktif sehingga menghajar organ tubuh.

Pada Odha menular melalui hubungan seksual dan transfuse darah, sedangkan Odapus tidak menular.

Eva menyatakan, meskipun beda penyakit antara Odha dengan Odapus, manfaat obrolan tersebut adalah berbagi semangat,saling menguatkan bahwa Odapus takkan melakukan diskriminasi terhadap sahabat sahabat Odha.

“Kami sedikit banyak bisa merasakan bagaimana rasanya dibedakan dalam konotasi negatif. Adanya sharing sesama survivor juga bisa memotivasi untuk memandang positif terhadap diri sendiri sehingga perasaan positif mendorong kita,” katanya. (dwo)



BERITA LAINNYA :