Kolom

Bandara Kabir Akan Jadi Bagian Trans Flores

Editor : Berto Riyadi |Senin , 13 Mei 2013 - 18:49:26 WIB | Dibaca : 2655 Kali |

Bupati Alor, Simmeon Thobias Pally.

IRNewscom | Jakarta: BANDARA (perintis) Kabir di Kecamatan Kabir, Alor, Nusa Tenggara Timur, kini sedang dibangun. Landasan pacu yang semula sepanjang 1.600 meter diperpanjang menjadi 2.000 meter.

“Setelah pembangunan selesai, Bandara Kabir bisa digunakan untuk pesawat  yang lebih besar,” kata Bupati Alor, Simmeon Thobias Pally khusus kepada wartawan Irnews, Senin (13/05).

Dijelaskan Bupati, sumber dana pembangunan perluasan landasan pacu Bandara Kabir dari APBN. Sebab, Kabir adalah bandara perintis. Tujuannya membuka jalur transportasi udara yang disebut Trans Flores.

Selama ini, Alor hanya memiliki satu bandara yang bisa digunakan untuk pesawat berbadan besar, yakni Bandara Mali. Dalam sehari ada dua kali pemberangkatan dari Mali. Itu dilayani dua maskapai: Merpati dan Transnusa. Dari Mali, pesawat akan transit di Bandara El Tari, Kupang, sebagai ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Nantinya, dari Bandara El Tari, pesawat bisa ke Mali, atau ke Kabir,” kata Bupati. “Juga akan dibuka jalur Mali-Kabir dengan lama penerbangan sekitar 15 menit,” tuturnya.

Bandara Kabir selama ini hanya bisa digunakan pesawat berbaling-baling. Itu sesuai panjang landasan pacu yang ada. Juga sesuai lebar landasan pacu yang 20 meter.

Nantinya selain diperpanjang menjadi 2.000 meter, juga diperlebar menjadi 30 meter. Sehingga bisa digunakan untuk pesawat jenis turbo-prop atau jet kecil seperti Fokker 27 atau Tetuko 234, bahkan Fokker 28 seperti pesawat yang selama ini datang dan pergi di Bandara Mali.

Bupati Simmeon menjelaskan, pembangunan perluasan Bandara Kabir bertujuan, antara lain, meningkatkan jumlah wisatawan ke Alor. “Juga untuk peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) di Alor. Dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, tentunya meningkatkan kapasitas SDM,” katanya. (dwo)



BERITA LAINNYA :