Kolom

Bandara Kabir, Pintu Masuk Wisata Pulau Pantar

Editor : |Selasa , 14 Mei 2013 - 21:42:18 WIB | Dibaca : 3543 Kali |

Indahnya alam bawah laut di Pulau Pantar, Alor.

IRNewscom | Jakarta: BANDARA Kabir di Alor sebagai pintu masuk kedua ke Alor setelah Bandara Mali, bakal meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Bandara tersebut kini sedang dalam pembangunan perluasan landasan pacu. Jika pembangunan selesai, tentu sangat bermanfaat bagi rakyat.

Tak banyak masyarakat yang tahu bahwa areal bandara ini pernah digunakan pada masa kolonial Belanda untuk pendaratan pesawat jenis cassa di Pulau Pantar. Orang Belanda menjuluki wilayah Alor sebagai surganya pariwisata.

Pada zaman penjajahan Belanda dulu, orang Belanda datang ke Alor melalui Bandara Kabir. Mereka selain berkepentingan terhadap hasil bumi wilayah setempat, juga menikmati keindahan dalam laut di wilayah itu. Maka, pembangunan bandara tersebut sekarang sudah berdasarkan survey dan disetujui Tim dari Dirjen Perhubungan Udara.

Bandara Kabir berada di kota Kabir, ibukota Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor. Pembangunan sudah dilakukan sejak tahun lalu, namun dengan panjang landasan pacu 1.200 meter, lebar 20 meter. Itu hanya bisa digunakan mendarat dan tinggal landas pesawat kecil jenis baling-baling.

Kini landasan diperluas menjadi panjang 2.000 meter, lebar 30 meter. Dengan kondisi yang baru ini, bandara bisa digunakan untuk pesawat jenis turbo-prop atau jet kecil seperti Fokker 27 atau Tetuko 234, bahkan Fokker 28 seperti pesawat yang selama ini datang dan pergi di Bandara Mali.

Luas areal bandara sekitar 3.000 X 500 meter. Sumber dana pembangunan dari APBN, sebab bandara perintis. (dwo)



BERITA LAINNYA :