Kronik

Rakyat Bersatu, Dukung Penyanyi Palestina di Final Arab Idol

Editor : Berto Riyadi |Selasa , 14 Mei 2013 - 22:44:18 WIB | Dibaca : 732 Kali |

Mohammed Assaf, penyanyi idola Palestina

@IRNewscom I Gaza: FAKSI yang saling berselisih di Jalur Gaza dan di kawasan Palestina yang diduduki Israel, kini bersatu. Mereka mendukung seorang pemuda berusia 22 tahun yang tampil di Arab Idol yang merupakan American Idol versi Timur Tengah.

Pemuda itu bernama Mohammed Assaf, Warga asli Gaza. Dia menjadi wakil Palestina pertama yang memenuhi syarat untuk mengikuti program 'Arab Idol. Acara ini merupakan ajang pencari bakat televisi yang dipentaskan di Beirut. Peserta nantinya akan tampil di hadapan juri guna memperoleh suara penonton melalui SMS.

Assaf sekarang menjadi satu dari 10 kontestan yang lolos ke final. Wajahnya tampan dan lirik emosionalnya yang menggambarkan tentang tanah leluhurnya, Palestina.

"Dia adalah kebanggaan Palestina. Dia menerobos pengepungan dengan suaranya," kata penggemarnya, Rehaf al-Batniji. Dia tinggal di Tepi Barat yang diblokade Israel di Gaza yang diduduki oleh negara Yahudi itu selama perang Arab-Israel 1967.

Lagu Assaf yang diperdengarkan keras di radio-radio. Lagu itu merupakan penyeimbang dari siaran yang biasanya berupa berita-berita ekonomi dan politik suram. Politisi telah beramai-ramai untuk mendukung Assaf.

Bahkan perusahaan penyedia layanan telepon genggam Palestina Jawwal telah memberi potongan harga untuk SMS. Diharapkan agar para pendukung lebih mudah menyuarakan dukungan bagi Assaf.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dari gerakan Fatah yang memegang kekuasaan di Tepi Barat, menelepon penyanyi itu di Beirut. Dia mendesak semua orang Arab untuk memilih Assaf.

"Presiden menekankan dukungannya pada Assaf, yang mewakili bakat kebanggaan Palestina," menurut sebuah pernyataan di Kantor Berita Resmi Palestina (WAFA).

Sementara di Jalur Gaza dikuasai oleh faksi Hamas, sebenarnya tidak menyetujui lagu non Islam. Apalagi dengan gaya kebarat-baratan yang berlebihan di ajang pencari bakat televisi. Tetapi Hamas telah berusaha sedekat mungkin untuk menunjukkan dukungan.

"Dia datang dari keluarga yang baik, terhormat dan terkenal," kata Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum di Facebook.

Nama Assaf pertama kali dikenal di Gaza pada usia 11 tahun. Ketika itu, dia merekam sebuah lagu pada tahun 2001 berjudul "O Town be Strong". Pada Arab Idol, yang disiarkan oleh group MBC milik Arab Saudi, ia tampil dengan syal hitam putih tradisional Palestina di bahunya.

Lagu-lagu yang ditampilkannya antara lain, "Flying Bird" yang berisi daftar kota-kota bersejarah Palestina. Sedangkan lagu-lagu lain yang mendesak Palestina untuk bersatu.

Para juri selebriti program itu yang berasal dari seluruh dunia Arab - tempat perjuangan Palestina bergema - telah memberikan banyak pujian pada penyanyi itu. "Saya melihat idola Arab berdiri di depan mata saya," kata komposer Mesir Hassan El Shafei.

"Suara Anda terbuat dari berlian," tambah Ahlam, penyanyi terkenal asal Uni Emirat Arab.
Sementara itu ibu Assaf, Umm Shadi Assaf, menonton acara itu di sebuah restoran di dekat rumahnya di lokasi pengungsi Gaza, Khan Younis.

Anaknya hanya punya satu keinginan, katanya dengan berseri-seri penuh kebanggaan, "pergi keluar dan membuat dunia mendengarkan suaranya".[ant]
 





BERITA LAINNYA :