Kronik

Festival Film Cannes, Upaya Bollywood Tembus Pasar Global

Editor : Berto Riyadi |Minggu , 19 Mei 2013 - 22:47:09 WIB | Dibaca : 2613 Kali |

Sejumlah aktris India hadir dalam festival Film Cannes

@IRNewscom I Paris: GELOMBANG aktor film India dan pengusaha perfilam di negara itu, ramai-ramai menghadiri festival film Cannes di Riviera, Prancis. Mereka hadir untuk menunjukan bahwa film Bollywood dalam 100 tahun ini mengalami kemajuan yang cukup pesat.

Jumlah kontingen India dalam festival itu adalah yang terbesar dibandingkan negara lainnya. Film-film India mencoba menyerbu Riviera Perancis, sebagai bioskop terkemukan di dunia untuk melakukan promosi besar-besaran.

Industri film India saat ini merupakan terbesar dunia. Tiap tahunnya film yang berhasil diproduksi mencapai 1.000 judul film per tahun. Sementara itu Amerika Serikat melalui industri film Hollywood hanya mampu membuat film sekitar 600 judul pertahun.

Film India yang berbasis Bollywoo di Mumbai dan film India regional lainnya telah berjuang untuk mencapai box office di pasar global. Selama ini film Bollywoo dikenal dengan ciri khas nyanyi dan tari, memang kurang menarik untuk pasar global.

India memang melihatnya pentingnya Festival
Cannes ke-66. Di tengah-tengah peringatan 100 tahun industri film India, festival ini sebagai kesempatan untuk menampilkan sebuah genre baru. Mereka berusaha memasarkan film India secara global. India juga berjuang untuk mempromosikan negaranya sebagai tempat kedua pembuat film.

"Jika Anda menggunakan istilah Bollywood itu yang ada dalam pikiran kita merupakan film dengan ciri khas nyanyi dan tari-tarian. Namun sebenarnya tidak begitu. Film India juga menggarap cerita jenis film lainnya," kata direktur Amit Kumar.

Dia mencontohkan India juga menggarap jenis film lainnya, seperti film gangster "Monsoon Shootout". Film ini akan diputar di Cannes pada hari Minggu, katanya kepada Reuters.

"Kita perlu untuk menggambarkan film India sebagai film internasional. Saya berharap kehadiran kami di Cannes akan membuat dunia menyadari bahwa film India bukan sekedar bercerita tentang Bollywood."

Pemutaran primer di Cannes, diharapkan dapat  menarik investasi ke industri film India. Diperkirakan investasi untuk tahun 2014 tumbuh hingga USD 5 miliar dari USD 3,2 miliar pada tahun 2010, demikian menurut sebuah laporan oleh Ernst & Young.

Kehadiran India sejak awal cukup menarik perhatian pada festival yang sudah berjalan 12 hari itu. Sejumlah aktris legenda seperti Amitabh Bachchan berjalan di karpet merah pada malam pembukaan. Ini menandai debut Hollywood-nya di Baz Luhrmann "The Great Gatsby" bersama Leonardo DiCaprio.

Aktris Vidya Balan juga berjalan di karpet merah di tengah hujan lebat pada malam pembukaan. Dia merupakan salah satu dari sembilan anggota juri yang dipimpin oleh sutradara AS Steven Spielberg.

Dia juga sebagai salah satu juri yang akan menentukan Palme D'Or yang merupakan penghargaan untuk film terbaik pada hari terakhir, 26 Mei nanti.

Kontingen India juga akan menggelar sebuah gala dinner. Rencana acara ini akan diadakan pada hari Minggu. Dalam acara itu akan dihadiri oleh sejumlah bintang termasuk aktris Aishwarya Rai Bachchan, Sonam Kapoor dan Freida Pinto.

Film India sempat absen dalam festival di Cannes. Terakhir film India masuk nominasi untuk penghargaan Palme D'Or adalah "Swaham" pada tahun 1994. Sementara "Udaan" berkompetisi di Regard pada tahun 2010.

Tapi empat film India akan diputar - "Monsoon Shootout", film thriller lain "Ugly", sebuah penghargaan kepada seratus industri yang disebut "Bombay Talkies", dan kisah cinta "Dabba" (Lunchbox).

Anupama Chopra, penulis Bollywood, kolumnis dan kritikus, mengatakan Bollywood harus berjuang dalam membuat film independen. "Mungkin suatu hari (pembuat film India) akan membebaskan dari belenggu Bollywood. Mereka harus membuat sebuah film benar-benar global dalam hal estetika," katanya.

Pada 2011 India melihat lonjakan 42 persen dalam jumlah film-film Hollywood. Sejumlah studio Hollywood seperti Disney, Fox News Corp, dan Sony memasuki transaksi. Mereka membeli saham di perusahaan India.

Lonjakan juga terjadi dalam jumlah film-film Hollywood yang dirilis di India. Film-film tersebut berhasil memnjual tiket 3,6 miliar tahun lalu. Studio Hollywood telah merilis film mereka di India bersamaan dengan mereka rilis Amerika Utara dan juga dubbing film dalam berbagai bahasa daerah India.

Uma Da Cunha, program penasihat Mumbai Film Festival pada 2012, mengatakan, pasar film India sangat besar. "Perubahan besar dan signifikan di Cannes. Industri film India sedang diberikan ruang dan perhatian di kancah film internasional. Itu menarik bisnis dan hubungan dari kepentingan film global," katanya kepada Reuters.[*]







BERITA LAINNYA :