Kesehatan

Berbohong Ternyata Berpengaruh Pada Kesehatan Lho..

Editor : Hadie Ismanto |Kamis , 04 Desember 2014 - 11:13:58 WIB | Dibaca : 2735 Kali |

Illustrasi

@IRNewsco I JIKA seseorang suka berbohong nantinya memiliki kesehatan yang semakin buruk. Setidaknya hal tersebut telah dibuktikan oleh para peneliti dari The Science of Honesty Project melalui penelitian dengan menganalisis 72 orang selama lima minggu yang usia rata-rata relawan 41 tahun.

Para peneliti membagi relawan menjadi grup jujur dan grup perbandingan, grup jujur diminta dalam masa eksperimen selama 5 minggu itu harus berbicara jujur baik terhadap masalah besar ataupun masalah kecil.

Seperti ditulis Askmen, dalam masa eksperimen relawan setiap minggu harus datang ke laboratorium peneliti, untuk menerima pemeriksaan fisik dan uji kebohongan secara anonim.

Anehnya di akhir penelitian, peserta ini dilaporkan lebih sedikit memiliki masalah kesehatan dibanding kelompok kontrol dan beberapa di antaranya bahkan merasa bisa tidur lebih nyenyak.

Fisik anggota grup jujur lebih sehat, gejala fisiologis antara lain nyeri tenggorokan, nyeri kepala, mual dan lain-lain, berkurang 7 kali lipat dibandingkan dengan grup pembanding. Maka peneliti menyimpulkan, kejujuran bermanfaat bagi kesehatan.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa rata-rata orang Amerika berbohong 1-2 kali per hari, atau 11 kali seminggu. Umumnya orang sering berbohong untuk menutupi apa yang benar-benar mereka rasakan untuk membangun image di mata orang lain.[*]



BERITA LAINNYA :