Nusantara

Kunjungi Desa Kawasan Industri, Menteri Marwan Sentil Perusahaan

Editor : Hadie Ismanto |Senin , 15 Februari 2016 - 09:16:56 WIB | Dibaca : 598 Kali |

Foto: Ist

@IRNewsco | Bekasi: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar meminta agar perusahaan-perusahaan industri atau perumahan elit yang membangun di kawasan perdesaan memperhatikan masyarakat sekitarnya. Sehingga, tidak terkena imbas dampak bencana banjir dan lainnya.

"Jangan hanya memperhatikan kawasannya sendiri agar tidak terkena banjir, tapi perusahaan juga melihat masyarakat sekitarnya. Saya sudah selalu ingatkan, harus perhatikan desa-desa sekelilingnya," ujar Menteri Marwan, saat blusukan ke Situ Binong, Desa Hegarmukti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (14/2).

Saat mendatangi lokasi tersebut, hujan lebat. Bahkan ada kejadian, dua kios kuliner milik warga roboh karena tanahnya tergerus banjir dari Situ Binong. Marwan menyatakan prihatin berjanji akan datang beberapa hari lagi. "Saya akan datang lagi dan menemui kepala-kepala desa di Kabupaten Bekasi untuk mengetahui secara langsung aspirasi desa," imbuhnya.

Dikatakan Marwan Jafar, terkait kawasan industri yang ada di kawasan dekat masyarakat desa, harus serius diperhatikan. Bahkan dirinya sudah menegur perusahaan yang tidak komitmen pemberdayaan masyarakat melalui program  CSR. "Saya pernah menegur kawasan industri Jababeka. Mereka (Jababeka)  sampai sekarang  belum ada realisasinya. Saya minta, perusahaan lainnya, harus jalankan program CSRnya. Inikan untuk rakyat juga," tegasnya.

"Coba kalau mereka (perusahaan) peduli dengan masyarakat sekitar, masyarakat bisa berkembang sektor ekonominya. Masyarakat desa juga bisa lebih maju dan tidak terkena imbas dari banjir dan bencana lainnya. Harus dan harus dicamkan oleh seluruh perusahaan," katanya.

Menteri pertama yang mengurusi desa di Indonesia ini juga menyampaikan, pemerintah juga tidak diam begitu saja. Melalui  dana desa, infrastruktur menjadi perhatian. Untuk tahun 2016, akan dipermudahkan lagi dibandingkan tahun lalu.

"Saya masih berjuang agar semua penyerapan tidak ada lagi masalah. Masih diproyeksikan dua kali penyaluran. Persentasenya 80-20 atau 75-25 persen," pungkasnya.[ida]



BERITA LAINNYA :