Nusantara

39 Finalis Puteri Indonesia 2016 Ditantang Membatik di Pendopo

Editor : Hadie Ismanto |Selasa , 16 Februari 2016 - 09:53:15 WIB | Dibaca : 600 Kali |

Foto: Ist

@IRNewsco | Tangerang Selatan: Sebanyak 39 finalis Puteri Indonesia 2016 kembali melakukan kunjungan ke Galeri Pendopo Mal Living World, Alam Sutera Serpong. Pada kesempatan tersebut, mereka ditantang membentuk motif batik dengan menggunakan canting.

Meski begitu, wanita cantik perwakilan dari berbagai daerah ini ternyata tidak menemui kesulitan yang berarti saat menerima tantangan. Sambil duduk mengisi canting dengan 'malam' yang dipanaskan di atas tungku api, mereka dengan semangat menggoreskan cantingnya di sehelai bahan kain batik polos.

"Ajang pemilihan Puteri Indonesia 2016 akan segera digelar 19 Februari 2016. Karena itu, untuk lebih memperkenalkan para finalis kepada public, Pendopo Living World Alam Sutera menyambut kunjungan mereka," ujar Corporate Marketing Director Kawan Lama Grup Nana Puspa Dewi, Minggu (14/2).

Ia menambahkan, Pendopo yang merupakan rumah batik dan kerajinan Indonesia berharap dengan kunjungan ini, dapat memperkenalkan budaya bangsa Indonesia, terutama Batik

Usai menyelesaikan tantangan membatik, para finalis Puteri Indonesia itu mendapatkan reward berupa voucher belanja di Pendopo. Tentu saja wajah mereka nampak sumringah dan mereka pun bergegas menuju lokasi deretan koleksi busana batik untuk memilih busana yang disukainya.

Sementara itu, finalis Puteri Indonesia yang berasal dari Banten, Belda Amelia mengaku sangat senang menghadiri seluruh rangkaian acara yang diadakan di Living World itu. "Kita semua senang bisa diundang dan hadir dalam kegiatan ini. Dan ini bisa jadi kegiatan senggang sebelum nantinya kami semua mulai pada acara besarnya nanti," ujarnya.

Selain itu, Belda juga berharap bisa mengangkat kekayaan dan kebudayaan serta potensi alam Banten. "Selama ini kan finalis dari Banten belum ada yang lolos, aku terus berusaha agar bisa membawa nama Banten lebih baik lagi dan juga mengangkat kekayaan budaya dan kesenian Banten," pungkasnya.[ida]



BERITA LAINNYA :