Olahraga

Indonesia Golf Tour 2016

Belajar dari Kegagalan, Jordan Mampu Pimpin Leaderboard

Editor : Hadie Ismanto |Rabu , 17 Februari 2016 - 09:48:44 WIB | Dibaca : 1711 Kali |

Foto: Ist

@IRNewsco | Sawangan: Genderang turnamen Indonesian Golf Tour (IGT) telah ditabuh untuk satu musim ke depan. Gelaran Seri I yang dihelat di Sawangan Golf Club diikuti 103 pegolf, 37 di antaranya adalah pegolf berstatus amatir dan 13 pegolf berasal dari mancanegara.

Pada putaran pertama, Jordan Surya Irawan untuk sementara memimpin dengan skor 68 (empat-di bawah par). Hasil ini menjadi start yang baik bagi pegolf berusia 19 tahun itu, setelah melakukan 'pemanasan' di dua turnamen internasional dalam Asian Development Tour (ADT) di Malaysia.  

"Hasil di Sawangan benar-benar luar biasa. Pelatih yang mengarahkan saya untuk menikmati golf dan memanfaatkan waktu bermain sebaik-baiknya dengan tidak terburu-buru," ujar Jordan, Selasa (16/2).

Ia menambahkan, ini merupakan refleksi atas kegagalannya (lolos cut) pada dua turnamen ADT di Malaysia dan di Qualifying School Asian Tour.

Ketenangan mental bermain Jordan memang terlihat sepanjang sembilan hole pertama. Di sembilan hole pertama Jordan membukukan empat birdie, tiga birdie diantaranya bahkan dicetak di tiga hole terakhir. Perolehan under-nya bertambah menjadi lima setelah birdie di hole 12. Namun, ujian menghadang Jordan di hole 15 setelah membuat bogey.

"Saya tadi bogey di hole 15. Saya berusaha mengkontrol emosi saya. Saya mengatakan pada diri sendiri, harus jaga emosi," jelas juara JGC-TRG Classic 2013 ketika masih berstatus amatir.

Meski begitu, Jordan harus mewaspadai Ian Andrew yang menduduki posisi kedua dengan skor 70 (dua-di bawah par), berbagi tempat dengan Kurnia Herisiandy. Ian memang sedang berada dalam permainan terbaiknya. Ini bisa dilihat dari statistik penampilannya di dua turnamen ADT yang menempatkannya di posisi ke-15 Order of Merit ADT.

"Tahun ini saya mulai dengan rasa percaya diri. Game saya lebih baik dari tahun lalu. Permainan sudah hampir ketemu semuanya,” kata Ian Andrew.

Ia mengakui performanya terbantu dengan pergelaran IGT yang sudah digelar dua tahun terakhir. "Saya pribadi merasakan permainan golf saya jauh lebih baik sejak ada IGT. Biasanya saya kaku di turnamen-turnamen internasional. Namun sejak saya ikut IGT, mental saya merasa jauh lebih percaya diri," imbuhnya.

Sawangan Golf Club, lanjut Ian, mampu menyodorkan tantangan bagi para peserta. Dari keseluruhan peserta, hanya lima pegolf yang bisa membukukan skor di bawah par dan enam pegolf dapat bertahan dengan skor even par. "Saya lihat lapangan ini sulit. Melihat kondisi lapangan itu, saya memilih untuk bermain aman," ungkapnya.

Sementara, Rifqi Alam memimpin perolehan skor di antara para amatir. Rifqi membuat skor 71 (satu-di bawah par), unggul sementara satu pukulan dari Kevin C. Akbar (72) dan dua pukulan dari Nurdana (73). Persaingan di antara amatir ini bakal berlangsung sengit di putaran kedua besok, Rabu, 17 Februari.

Untuk divisi putri, Juriah mengungguli jauh dari dua pesaingnya, Yeyen Safitri dan Kelly Marutani. Atlet asal DKI Jakarta itu mencetak skor 70 (dua-di bawah par), sedangkan Yeyen membuat skor 83 (11-di atas par) dan Kelly dengan 89 (17-di atas par).[hdi]



BERITA LAINNYA :