Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Musnakan 19.628 Ribu Botol Miras

Editor : Hadie Ismanto |Selasa , 28 Juni 2016 - 11:43:49 WIB | Dibaca : 3878 Kali |

Foto: Ist

@IRNewsco | Jakarta: Dipimpin langsung Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, sebanyak 19.628 botol minuman beralkohol ilegal yang berasal dari hasil penertiban periode Januari hingga Juni 2016 dimusnahkan di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa (28/6).

Adapun perincian jumlah minuman yang dimusnahkan terdiri dari hasil penertiban Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta sebanyak 10.440 botol, Satpol PP Jakarta Utara 2.017 botol, Satpol PP Jakarta Pusat 2.004 botol, Satpol PP Jakarta Barat 3.167 botol dan Satpol PP Jakarta Timur 2.000 botol.

Pada kesenpatan tersebut, Djarot mengatakan bahwa jumlah yang dimusnahkan tersebut kurang banyak. Pasalnya minuman yang beralkohol ilegal memicu tindakan kriminalitas dan merupakan bahan dasar untuk minuman oplosan yang banyak digunakan belakangan ini.

"Ini dahsyat dampaknya, bukan sekedar mabuk tapi meninggal dunia yang sia-sia dan memalukan. Makanya tetap kita instruksikan kepada Satpol PP bersama dengan institusi terkait melakukan operasi secara rutin," ungkapnya.

Tujuan utamanya, lanjut Djarot, untuk melindungi masyarakat dari minuman beralkohol yang menyebabkan potensi kriminalitas yang mengancam generasi muda. Untuk itu, ia juga memerintahkan penertiban minuman beralkohol ilegal di warung-warung dan sekitar sekolah.

"Lakukan juga operasi rutin di wilayah rawan terhadap konflik sosial, di samping narkoba, miras harus dapat perhatian kita. Pada bulan Ramadhan dan berikutnya lakukan operasi untuk menekan penyakit masyarakat, terutama para PSK yang pada bulan puasa ini saya lihat masih ada di beberapa titik, tolong ditertibkan," tuturnya.

Menurut Djarot, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah komitmen untuk melakukan penertiban dan organisasi kemasyarakatan (ormas) tidak boleh melakukan penertiban.

"Kita bersyukur sampai 23 hari puasa ini nggak ada ormas yang melakukan penertiban sendiri, karena mereka percaya kalau kita yang melakukan penertiban," pungkasnya.[*]



BERITA LAINNYA :