Nasional

Kapuspen TNI: Tidak Ada Instruksi Tembak Ditempat Dalam Razia Narkoba

Editor : Hadie Ismanto |Selasa , 03 Januari 2017 - 14:40:25 WIB | Dibaca : 24440 Kali |

Foto: Dok Mabes TNI

@IRNewsco | Jakarta: Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menegaskan bahwa Panglima TNI tidak pernah mengeluarkan instruksi kepada Kepala Staf Angkatan, seluruh Pangdam dan jajaran intelijen terkait razia Narkoba yang dilakukan oleh BNN dan Polri di lingkungan Perkantoran dan Asrama Militer.

"Beredarnya berita di Media Sosial dan WhatsApp terkait instruksi Panglima tentang razia Narkoba adalah berita bohong atau Hoax, yang dapat menyebabkan terjadinya benturan  antar institusi TNI, Polri dan BNN," ungkap Kapuspen TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (2/1).

Lebih lanjut Kapuspen menuturkan, isu ini sangat membahayakan karena dalam tulisan tersebut ada kalimat perintah tembak ditempat, tangkap dan serahkan kepada pihak yang berwajib, apabila tidak didampingi POM TNI sesuai Matra.

"Kepada seluruh masyarakat dan seluruh jajaran TNI agar tidak mudah percaya terhadap berbagai isu yang menyesatkan, lebih waspada dan selektif dalam memilah dan memilih informasi yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab melalui Medsos dan WhatsApp serta tidak menyebarluaskan," katanya.

Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan, terkait pemberantasan Narkoba, TNI sangat serius dalam pemberantasan Narkoba, Hal ini diwujudkan dengan telah dibuatnya nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan BNN pada tanggal 13 Mei 2015.

"MoU tersebut berisi bantuan TNI kepada BNN dalam rangka pencegahan, pemberantasan peredaran narkotika dan prekusor (senyawa kimia) narkotika, dan pemberian bantuan rehabilitasi terhadap pemakai narkoba," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari MoU tersebut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengeluarkan perintah kepada seluruh jajaran TNI untuk melakukan bersih-bersih dari penyalahgunaan Narkoba sampai batas waktu bulan Juni 2016.

Bahkan Panglima TNI dengan tegas menyatakan akan mencopot Komandan Satuan, apabila setelah bulan Juni masih terdapat penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan oleh anggota disatuannya.[hdi]



BERITA LAINNYA :