Nasional

SIDANG CERAI AHOK-VERO

Hak Asuh Anak-anak Bakal Diserahkan pada Ahok

Editor : Damar Pamungkas |Rabu , 21 Maret 2018 - 14:14:22 WIB | Dibaca : 474 Kali |

Kemesraan keluarga Ahok, dulu. Foto: @Ahok Biografi

@IRNews | Jakarta - Ikut siapakah anak-anak Ahok - Veronica, setelah mereka bercerai kelak? "Sesuai hukum, anak-anak bakal ikut pak Ahok," kata kuasa hukum Ahok, Josefina Agatha Syukur kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (21/3/2018).

Sidang hanya berlangsung satu menit. Pihak penggugat diwakili kuasa hukumnya, Josefina dan Fifi Lety Indra. Sedangkan pihak tergugat, seperti biasa, tidak diwakili siapa pun. Tergugat Veronica sejak awal sudah menyerahkan pada keputusan hakim.

Dalam sidang, mestinya dibacakan kesimpulan. Namun, hakim tidak membaca kesimpulan dari kuasa hukum Ahok. Mak, sidang berlangsung sangat singkat.

Sejak awal proses gugatan, pihak kuasa hukum Ahok sudah membicarakan hak asuh anak-anak. Seperti diketahui, pernikahan Ahok - Vero dikaruniai tiga anak. Nicholas Sean Purnama (20), Nathania Berniece Zhong (17), dan Daud Albeenner Purnama (12).

Menurut Josefina, hak asuh anak bakal dipercayakan kepada Ahok. "Sesuai hukum, jika hak asuh anak diserahkan kepada pak Ahok," katanya.

Namun, sebenarnya hak asuh anak dalam perceraian suami-isteri beragama Kristen, tidak diatur secara spesifik. Berbeda dengan perceraian suami-isteri beragama Islam yang diatur dalam KHI (Kompilasi Hukum Islam).

Berdasarkan KHI, hak asuh anak yang berusia di bawah 12 tahun, jatuh pada ibunya. Namun, tidak otomatis. Pengamatan majelis hakim ikut menentukan putusan atas hak asuh anak. Pengamatan hakim didasari pada pengasuhan anak hingga mereka dewasa.

Pengamatan hakim menyangkut moral dan finansial. Moral ibu, jika dinilai kurang baik atau tidak bisa menjadi panutan bagi anak, maka belum tentu anak-anak akan dipercayakan kepada ibu. 

Dan, finansial. Artinya, orang tua yang dipercaya hakim untuk mengasuh anak, harus memiliki kemampuan finansial. Agar anak-anak terbekali pendidikan dan pengasuhan yang baik.

Sedangkan di agama Kristen, hak asuh anak tidak diatur secara spesifik. Tergantung pada kebijaksanaan hakim. Juga, tergantung bukti-bukti persidangan.

Dalam persidangan perceraian Ahok - Vero, hanya pihak Ahok yang mengajukan bukti dan saksi. Sedangkan pihak Vero pasrah. Vero tidak pernah hadir di persidangan. Bahkan, tidak diwakili kuasa hukum. Vero menyerahkan sepenuhnya kepada kebijaksanaan hakim.

Artinya, tidak ada sanggahan dari Vero atas bukti-bukti hukum yang sudah dipaparkan pihak Ahok. Vero sepenuhnya pasrah.

Menghadapi kasus ini tentu hakim harus benar-benar bertindak bijaksana. Tidak ada sanggahan dari pihak tergugat (Vero) bukan berarti bukti-bukti gugatan langsung dibenarkan. Sebaliknya, juga bisa dianggap benar.

Namun, keputusan tentang hak asuh anak, harus menunggu vonis. Jika vonis hakim menyatakan, mengabulkan gugatan Ahok, barulah diputuskan hak asuh anak. Kita tunggu saja. (*)



BERITA LAINNYA :