Metropolitan

Ahay... Gubernur Anies Mengganti Nama RPTRA Jadi Begini...

Editor : Damar Pamungkas | Reporter : M. Hilman |Selasa , 03 April 2018 - 16:42:50 WIB | Dibaca : 2878 Kali |

Foto: Infomenia

@IRNews | Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung ruang terbuka hijau dalam rapat paripurna dengan DPRD. Anies mengatakan, akan mengembangkan Taman Maju Bersama dan Taman Pintar.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengembangkan Taman Maju Bersama dan Taman Pintar," kata Anies dalam rapat paripurna di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2018).

Lokasinya, ya di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak). Nama RPTRA dicetuskan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sedangkan Anies akan mengganti namanya jadi Taman Maju Bersama dan Taman Pintar.

Komponen utama dari konsep pembangunan Taman Maju Bersama dan Taman Pintar adalah pelibatan komunitas atau warga setempat dalam pemanfaatan dan pengelolaannya. Sehingga, interaksi sosial dapat terjadi.

Anies mengatakan: "Dengan demikian, pembangunan Taman Maju Bersama dan Taman Pintar tidak hanya ditujukan untuk peningkatan Ruang Terbuka Hijau, namun juga memfasilitasi interaksi sosial penduduk setempat secara bottom up alih-alih top-down."

Konsep ruang terbuka hijau Pemprov DKI Jakarta selama ini dikenal dengan RPTRA. 

Lantas, wartawan bertanya: Apa beda fungsi antara RPTRA dengan nama baru yang diberi Anies itu? 

Namun, Anies tidak menjawab gamblang saat ditanya apa beda Taman Maju Bersama dan Taman Pintar dengan RPTRA.

Dia menjawab begini: "Sebenarnya kita menginginkan agar semua yang disebut sebagai taman orientasinya park, bukan garden. Jadi harapannya nanti akan bisa meningkatkan interaksi warga," kilahnya. 

Sebelumnya, Fraksi PDIP meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno tak alergi menggunakan istilah pembangunan yang sudah populer di era Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot).

Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP William Yani di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (2/4) menduga, Gubernur Anies seolah alergi dengan istilah yag dicetuskan di zaman Gubernur Ahok..

William mengatakan: "Kami berharap agar pemerintah daerah saat ini tak perlu 'alergi atau tidak nyaman' dengan beberapa istilah yang terlanjur populer maupun tidak populer berkenaan dengan pelaksanaan RPJMD Tahun 2013-2017." 

Dia menyebut banyak istilah zaman Ahok. "Misalnya tentang normalisasi sungai termasuk sungai Ciliwung, RPTRA, rusunawa, Rusunami, rumah deret, penggusuran atau penertiban, KJP, KJS, dan lian-lain," katanya. 

Seolah, Pemprov DKI sekarang enggan menggunakan istilah-istilah itu. Lalu, istilahnya diganti, tapi fungsinya sama saja. (*)



BERITA LAINNYA :