Metropolitan

Penjelasan Anies Soal Mobil Sarumpaet, Panjang... dan Rumit

Editor : Damar Pamungkas |Kamis , 05 April 2018 - 13:11:30 WIB | Dibaca : 2594 Kali |

@IRNews | Jakarta - Akhirnya, aktivis Ratna Sarumpaet mengungkap nama staf Gubernur DKI Anies Baswedan yang membebaskan mobilnya, yang sudah diderek petugas Dishub karena melanggar hukum. "Namanya Pak John," ujar Sarumpaet, Kamis (5/4/2018).

Dijelaskan Sarumpaet, saat mobilnya diderek petugas Dishub, mengaku menelepon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia mengatakan teleponnya ke Anies tersambung, hanya saja tidak diangkat. 

Lalu, Ratna menelepon staf Anies dan teleponnya diterima.

"(Telepon) Ke nomor Pak Anies. Tapi Pak Anies nggak angkat. Lalu saya telepon ke nomor stafnya. Namanya John," kata Sarumpaet.

Wartawan lantas mengonfirmasikan pernyataan Sarumpaet tersebut ke Anies. Berikut tanya jawab wartawan dengan Anies di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (5/4/2018):

Ratna Sarumpaet menyatakan yang menerima telepon adalah staf bapak bernama John, tanggapannya bagaimana pak?

Saya sudah cek, jadi tidak ada. Bahkan ketika telpon itu pun tidak. Kemudian tidak berhenti penderekannya. Penderekannya jalan terus. Jadi tidak ada intervensi sedikit pun. Justru ini memberikan pelajaran pada kita. Jangan menimbulkan kebiasaan takut pada atasan. Karena ini warisan takut pada atasan. Kan takut pada atasan, jangan. Kalau jadi pegawai pemerintah bekerjanya harus takut pada prosedur. Jangan takut... oh ini temannya pak gubernur, jangan sampai saya ditegur oleh Pak Gubernur. Itu kebiasaan buruk itu. Apakah teman Pak Gubernur apakah bukan teman Pak Gubernur prosedurnya sama. dan jangan pernah takut sama Gubernur, takutlah sama Prosedur. Dan saya akan menegakkan prosedur. Jadi kalau ada anak buah saya yang tidak mentaati prosedur itu yang justru ditegur. Jadi kejadian kemarin itu dijadikan contoh, saya sampaikan pada semua jajaran, Anda semua taat semua pada prosesur. Anda dibilang benar atau salah itu bukan kata Gubernur, benar atau salah adalah karena prosedur. Prosedur yang buat siapa, yang buat gubernur. Di situ Anda lakukan tapi ikuti prosedur jadi kalau prosedur itu Anda harus bertindak, maka bertindaklah. Tapi kalau prosedurnya melarang bertindak ya jangan bertindak.

Apakah stafnya bernama John sudah didisiplinkan?

Cek ke kepala dinas. Itu sih remeh-temeh

Maksudnya stafnya bapak sudah didisiplinkan ataukah belum?

Mereka tidak ada perintah untuk apapun. Bertanya. Di situ. Jadi (dia) tanya kasus, tapi kemudian di dinas ada tindakan. Di situ yang saya katakan ini warisan masalah. Kebiasaan membahagiakan gubernur. Bukan. Jangan kebiasaan membahagiakan gubernur, kebiasannya adalah menegakkan aturan. 

Jadi, dari Pak Anies dan staf nggak ada instruksi pengembalian mobil Ratna Sarumpaet?

Nggak ada sama sekali. 

Berarti, bawahan (petugas Dishub) yang langsung bertindak sendiri mengembalikan mobil?

Iya, tanya. Karena ditelpon maka tanya ditelpon 'ada apa?'. Dan kemudian dari situ justru ada inisiatif tindakan dari staf di dinas. Ini yang saya katakan berarti selama ini kalau bekerja itu nggak lihat prosedur. Yang penting saya ga dimarahi. Yang penting saya nggak ditegur. Padahal nggak ada marahan dan nggak ada teguran. Itu yang saya katakan. Saya akan bangun kebiasaan taat prosedur. Kalau kebiasaan taat prosedur Anda nggak akan takut. Kalaupun ditanya siapa pun, tinggal jawab 'saya ikut prosedur pak'. Udah gampang.

Jadi, mobil Ratna Sarumpaet sudah dikembalikan ke rumahnya tanpa prosedur? 

Cek sama dinas aja. Nggak usah gubernur kalau yang itu sih. (*)



BERITA LAINNYA :