Metropolitan

Apa Tanggapan Ahok soal Kasusnya? Katanya, Terpujilah Tuhan

Editor : Damar Pamungkas |Jumat , 06 April 2018 - 11:45:22 WIB | Dibaca : 2454 Kali |

@IRNews | Jakarta - Meskipun Amnesty International Indonesia menyatakan bahwa penolakan PK (Peninjauan Kembali) kasus Ahok menyalahi Undang Undang, tapi Ahok sendiri berpendapat lain. Dia tetap tenang menjalani hukuman di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Apa tanggapan Ahok atas PK-nya ditolak MA? "Tanggapannya, puji Tuhan," kata pengacara yang juga adik Ahok, Fifi Lety Indra kepada wartawan.

Fifi menyebut, saat ditemui pada Jumat (30/3) lalu, kakaknya tak banyak berkomentar soal upaya PK-nya yang ditolak MA. Fifi juga tak menjawab lugas ketika ditanya apakah Ahok kecewa terhadap putusan hakim MA itu.

"Jawabannya, puji Tuhan. Silakan ditafsir masing-masing," sambungnya.

Fifi mengatakan, Ahok sebagai orang yang taat pada agama, berpendapat bahwa semua hal yang terjadi di dunia ini terjadi atas kehendak Tuhan. Maka, semua hal yang terjadi harus memuji nama Tuhan.

Meski begitu, Fifi mempertanyakan alasan hakim MA menolak PK yang diajukan Ahok. Menurutnya, Ahok tidak punya unsur niat atau sengaja menista agama saat berpidato di Kepulauan Seribu pada September 2016. 

"Lagi pula konteks Pak Ahok niatnya, tujuannya, ibu-ibu untuk ambil program ikan, tapi itu tidak dipertimbangkan. Kemudian kita jelaskan pelapor ini siapa. Pelapor ini pembenci Pak Ahok yang sudah demo Pak Ahok jauh sebelum dan ini bisa dibuktikan," kata Fifi.

"Itu dicantumkan dalam pertimbangan pengajuan PK. Kenapa itu tidak dipertimbangkan bahwa tidak ada niat, tidak ada keinginan menghina, itu semua kesengajaan itu semua dimasukkan," imbuhnya.

PK Ahok dengan nomor perkara Nomor 11 PK/PID/2018 ditolak pada Senin, 26 Maret 2018. Tiga hakim, yakni hakim Artidjo Alkostar, Salman Lurhan, dan Margiatmo, bulat menolak PK Ahok tersebut.

Ahok pun harus menjalani masa tahanan hingga satu tahun ke depan. Dia sebelumnya dihukum 2 tahun penjara karena dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama atas pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. (*)



BERITA LAINNYA :