Internasional

Whaow... Protes Tsamara ke Fadli Zon meng-Internasional, Ditanggapi Dubes Rusia

Editor : Damar Pamungkas |Jumat , 06 April 2018 - 15:10:51 WIB | Dibaca : 4652 Kali |

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobyeva dan Tsamara Amany. Foto: Kolase DWO

@IRNews | Jakarta - Protes keras Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Armany terhadap Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang dinilai menghina Presiden RI Jokowi, akhirnya meng-internasional. Topiknya bergeser ke Presiden Rusia Vladimir Putin. 

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobyeva, Jumat (6/4/2018) menyatakan, mengundang Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany untuk melakukan dilaog.

Itu disampaikan oleh akun resmi Russia Beyond the Headlines (RBTH) untuk Indonesia pada Jumat (6/4/2018) siang.

RBTH mengaku jika pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Rusia untuk Indonesia di Jakarta.

Akhirnya mereka sepakat mengundang Tsamara Amany pada 'Press Briefing' bulanan di kediaman dubes, minggu depan.

Undangan tersebut diharapkan agar Tsamara Amany paham isu-isu terkini dan posisi Rusia.

Ia pun berharap Tsamara bisa bertanya langsung kepada duta besar Rusia terkait apa saja. Termasuk tentang kebebasan berinsipirasi dan pers di Rusia.

Setelah mengirimkan undangan resmi, mereka berhasil menghubungi langsung Tsamara Amany.

Tetapi, politisi muda itu ridak bisa memenuhi undangan dubes Rusia karena ada acara lain.

Pihak Rusia menulis demikian: "Selamat siang! Menanggapi video yang dibuat Ketua DPP @psi_id, @TsamaraDKI, terkait pernyataannya mengenai kebebasan aspirasi dan praktik korupsi Rusia, kami telah berkoordinasi dengan @RusEmbJakarta.

Pagi ini, hal tersebut telah dibahas di @RusEmbJakarta.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobyeva, telah mengamati isu ini dan karena itu mengundang Saudari @TsamaraDKI untuk hadir pada "press briefing" bulanan di kediaman dubes minggu depan.

Selain bisa mengetahui posisi resmi Rusia tentang isu-isu terkini, @TsamaraDKI juga bisa bertanya langsung pada dubes Rusia mengenai segala hal yang ingin Anda ketahui tentang Rusia,

Di antaranya, termasuk kebebasan beraspirasi, kebebasan pers, oposisi, dan korupsi di negara kami.

Karena itu, @RusEmbJakarta, melalui atase pers, pagi ini mengirimkan undangan kepada @psi_id dan berhasil menghubungi langsung @TsamaraDKI.

Namun, sayangnya, @TsamaraDKI tidak dapat memenuhi undangan dubes Rusia karena sudah ada kegiatan pada tanggal dilaksanakannya "press briefing" minggu depan.

Demikian perkembangan terbaru ini kami sampaikan.

Semoga dalam waktu dekat @TsamaraDKI bisa berkunjung dan memenuhi undangan @RusEmbJakarta, demi meluruskan isu yang beredar di tengah publik," tulis RBHT.

Diberitakan sebelumnya, Tsamara menuai kecaman setelah menyebut jika Putin bukanlah contoh pemimpin yang baik. "Putin bukan contoh pemimpin yang baik, yang membungkam oposisi dan pers di Rusia sana."

Berikut ini lanjutannya:

Di rusia tidak ada kebebasan beraspirasi seperti di Indonesia.

Bahkan di sana, praktik-praktik korupsi dibiarkan begitu saja,

Kalau kita lihat index presepsi korupsi, Indonesia jauh diatas Rusia.

Nah, kalau sudah tahu seperti itu, yakin mau dijadikan standar kepemimpinan? kalau saya tidak mau ada pemimpin seperti itu di Indonesia," kata Tsamara yang akhirnya menuai kontroversi.

Usai mendapat kecaman, termasuk dari pihak media RBHT, Tsamara Amany tenang saja. Ia menyebut jika yang ia sampaikan adalah kritikan wajar.

Tsamara juga mengaku wajib memberitahu masyarakat jika Putin pemimpin otoriter. (*)



BERITA LAINNYA :