Nasional

Inilah... Beda Perlakuan antara Ahok dengan Sukmawati

Editor : Damar Pamungkas |Sabtu , 07 April 2018 - 11:35:12 WIB | Dibaca : 1671 Kali |

@IRNews | Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan perlakuan berbeda terhadap pelaku kasus penghinaan agama. Antara kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Sukmawati Soekarnoputeri. Ahok diadili dan dihukum, Sukmawati dimaafkan, dan kasusnya selesai.

Padahal, banyak kalangan menilai keduanya melakukan tindakan yang nyaris sama, yaitu menistakan agama.

Seperti diketahui, Ahok mengeluarkan pidato di Pulau Seribu dan dituduh melakukan penistaan agama Islam soal pernyataannya terkait Surat Al-Maidah 51.

Pidato Ahok menuai protes umat Islam yang menuntutnya harus dihukum atas pernyataannya hingga memicu aksi 212 yang begitu massif dilakukan di Jakarta.

Ahok sudah menyatakan meminta maaf kepada umat Islam yang tersinggung atas ucapannya. Dia menyatakan keceplosan, tanpa berniat menghina agama. Yakni, pidato di luar teks yang mengaitkan Surat Al-Maidah 51.

Namun Ahok tetap diadili. Puncaknya Ahok divonis 2 tahun penjara setelah majelis hakim menyatakan dia bersalah. Hingga kini Ahok menjalani hukuman di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Kini Sukmawati juga keceplosan dan melakukan kesalahan yang sama. Bahkan, Sukmawati membaca puisi Ibu Indonesia yang ditulis dan dia bacakan. Isi puisi menyinggung syariat Islam, cadar hingga suara azan.

Dia membandingkan dengan kidung atau nyanyian hingga membuatnya berurusan dengan perkara hukum.

Saat bertamu ke kantor Majelis Ulama Indonesia di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018), Sukmawati meminta maaf kepada umat Islam yang merasa tersakiti.

Pada kasus ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak mengeluarkan rekomendasi fatwa yang menyatakan puisi tersebut masuk dalam penistaan agama.

Beda halnya dengan Ahok dimana MUI mengeluarkan pernyataan kalau mantan Gubernur DKI tersebut telah menistakan Al-quran.

Ada apa, kenapa beda perlakuan antara Ahok dan Sukmawati?

Menanggapi itu, Ketua MUI Maruf Amin mengatakan, MUI tak perlu mengeluarkan fatwa lantaran Sukmawati sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada publik.

"Tapi kalau orangnya ngeyel, ngengkel baru kita keluarin. Ini orangnya sudah minta maaf. Kalau orangnya lantang, baru MUI keluarin fatwa," ujarnya kepada wartawan.

Kiai Ma'ruf mengatakan, setelah mendengar penjelasan dari Sukmawati disimpulkan bahwa dia tak berniat menghina Islam.

"Tidak ada niatan menghina Islam, itu pemikiran budayawan dan seniman yang mengekspresikan, sehingga tak memperhitungkan apa yang terjadi oleh kelompok lain," ujar Kiai Ma'ruf di Gedung MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018).

"Oleh karena itu beliau minta maaf kemarin dilakukan melalui media, dan hari ini langsung menemui kami dan menyampaikan minta maafnya untuk disampaikan kepada khalayak, umat Islam khususnya," ujar Kiai Ma'ruf.

Maruf Amin meminta seluruh umat Islam untuk membuka pintu maaf untuk Sukmawati. Selain itu Maruf juga meminta kepada masyarakat yang telah melaporkan Sukmati untuk dicabut.

"Kami minta semua umat Islam menerima permintaan maaf beliau dan tak menghujat. Hentikan pelaporan ke Bareskrim," ujarnya. (*)



BERITA LAINNYA :