Nasional

Inilah... Tanggapan Jokowi tentang Pernyataan Pesimistis "Indonesia Bubar"

Editor : Damar Pamungkas | Reporter : Al Abrar |Sabtu , 07 April 2018 - 19:11:02 WIB | Dibaca : 412 Kali |

Presiden Jokowi di Konvensi Nasional 2018 kelompok relawan di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4/2018). Foto: Antara

@IRNews | Bogor - Presiden Joko Widodo menyesalkan tokoh masyarakat yang sering melontarkan pernyataan bernada pesimistis. "Jangan kita bicara pesimis 2030 bubar! Pemimpin itu harus memberi optimisme kepada rakyatnya," ujar Jokowi dalam pidato di Konvensi Nasional 2018 kelompok relawan di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4/2018). 

"Pemimpin itu harusnya memberikan semangat kepada rakyatnya, meskipun tantangan sangat berat," lanjut dia dengan berapi-api. 

Sontak, ribuan relawan yang hadir bersorak sorai sambil bertepuk tangan. Seketika ruangan tersebut riuh rendah.

Pernyataan-pernyataan pesimistis dari tokoh masyarakat, memang muncul bertubi-tubi, belakangan ini. Ada yang bilang, Jokowi antek asing. "Kemudian, itu hilang dengan sendirinya," kata Jokowi.

Kemudian dilanjutkan soal utang negara yang Rp 4.000 triliun. "Lha... waktu saya dilantik, utang kita sudah ribuan triliun. Semua jelas, ada datanya," tutur Jokowi.

Kemudian, muncul kaos bertulisan "2019 Ganti Presiden". "Masak, kaos bisa mengganti Presiden?" tanya Jokowi yang disambut tawa ribuan hadirin.

Jokowi menegaskan: "Yang bisa mengganti Presiden adalah rakyat... yang sesuai kehendak Allah SWT," tegasnya. Spontan, hadirin menyambut bertepuk tangan.

Jokowi meyakinkan bahwa Indonesia kini justru sedang bergerak ke sebuah titik terang. Oleh sebab itu, Jokowi mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama bekerja keras demi mencapai titik terang tersebut. 

Jokowi mengingatkan bahwa untuk menjadi sebuah negara maju, pemerintah beserta rakyat tidak boleh bermalas-malasan. 

Sebaliknya, semua unsur harus bekerja keras dan bahu-membahu untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju. 

"Indonesia akan jadi negara besar, akan jadi negara yang kuat ekonominya, memang harus melalui ujian-ujian, tantangan, dan rintangan. Enggak mungkin ada kita tiba-tiba jadi negara maju. Enggak akan ada rumusnya," ucap Jokowi. 

"Enggak bisa kita bermanja-manja. Enggak bisa kita bermalas-malasan. Harus kerja keras, harus berusaha," katanya. (*)



BERITA LAINNYA :