Politik & Keamanan

Golkar: Wajar Jokowi Tanggapi Serangan yang Ditujukan Padanya

Editor : Damar Pamungkas |Minggu , 08 April 2018 - 10:34:58 WIB | Dibaca : 550 Kali |

Presiden Joko Widodo saat berpidato di depan ribuan relawan di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4/2018). Foto: Antara

@IRNews | Jakarta - Reaksi Presiden Jokowi menanggapi pernyataan-pernyataan 'keras' dan tidak rasional ditujukan padanya belakangan ini, dinilai wajar. Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, reaksi Jokowi tenang dan tidak agresif menanggapi aneka hoax itu.

"Saya kira Pak Jokowi tidak agresif ya dalam menanggapi isu tersebut. Beliau masih dalam batas yang wajar," kata Ace lewat pesan singkat, Sabtu (7/4/2018) malam.

Ace menyebut wajar jika Jokowi mulai buka suara untuk meluruskan tudingan yang dialamatkan kepadanya. Menurutnya isu tersebut kian hari malah mengarah ke fitnah dan meresahkan.

"Saya kira wajar saja Pak Jokowi menanggapi berbagai isu yang sengaja dilemparkan oleh pihak-pihak yang selama ini selalu menyerangnya. Apalagi isu-isu tersebut sama sekali tidak mendasar alias cenderung ke arah fitnah seperti tuduhan PKI. Lama-lama kalau dibiarkan bisa-bisa masyarakat membenarkannya padahal itu sama sekali hoax," ujarnya. 

Ace mengatakan selama ini Jokowi tidak pernah menanggapi serangan tudingan seperti PKI hingga soal utang negara. Menurutnya, jika Jokowi tak segera mengklarifikasi hal ini maka akan menimbulkan keresahan di masyarakat. 

"Selama ini Pak Jokowi selalu menjawabnya dengan kerja dan kerja. Beliau tidak pernah menanggapi isu-isu murahan yang justru membuat masyarakat dihadapkan pada isu yang tidak mendidik," terangnya. 

Ace menambahkan kritik terhadap pemerintahan seharusnya didasari oleh gagasan bukan isu-isu yang mengarah ke berita hoax atau berita palsu. Dia pun mengajak masyarakat untuk makin kritis menghadapi Pilpres 2019 mendatang.

"Seharusnya kritik terhadap pemerintahan ini harus didasarkan pada gagasan yang konseptual bukan melempar isu yang justru tidak jelas sumber beritanya. Misalnya, perdebatan soal utang. Kita bisa berdebat secara gagasan apakah utang yang sekarang ini masih dalam batas wajar atau mengkhawatirkan. Kita bisa berangkatnya dari pijakan ekonomi," paparnya.

Sebelumnya, Jokowi menanggapi berbagai isu dan tudingan yang 'menyerang' dirinya. Dia menegaskan banyak cara tidak beradab yang dipakai untuk menyerangnya. 

"Banyak yang dari kita ingin melemahkan bangsa kita dengan cara-cara yang tidak beradab. Ngomongin isu antek asing, tuding-tuding ke saya. Jokowi itu antek asing, (isunya) gagal, hilang," kata Jokowi saat menghadiri Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018, yang dihadiri ribuan relawan, di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/4/2018).

Tak hanya soal isu antek asing dan PKI, Jokowi juga menjawab soal isu utang negara hingga gerakan #2019GantiPresiden. Dia juga menanggapi soal pernyataan Ketum Gerindra Prabowo Subianto soal Indonesia bubar pada 2030. (*)



BERITA LAINNYA :