Politik & Keamanan

Sinyal Kuat... Bahwa Prabowo Batal Nyapres

Editor : Damar Pamungkas |Selasa , 10 April 2018 - 15:00:20 WIB | Dibaca : 1453 Kali |

@IRNews | Jakarta - Ketum Gerindra Prabowo Subianto kini ditunggu masyarakat, apakah dia maju ke Pilpres 2019 atau tidak. Ternyata, ada sinyal kuat dari Prabowo juga Gerindra, bahwa dia tidak akan maju sebagai Capres.

Seperti diektahui, Prabowo sudah tuga kali ikut pilpres, dan selalu kalah. Kini Prabowo mengirim sinyal kuat bakal berhenti maju ke pilpres. Prabowo jadi orang yang paling sering maju pilpres selain Jusuf Kalla (kini Wapres). 

Menjelang Pilpres 2019, Prabowo memberi sinyal kuat tak maju ke Pilpres 2019. Meski sudah punya koalisi permanen dengan PKS, Prabowo dua kali tak menghadiri deklarasi capres yang digelar internal Gerindra. 

Saat ditanya soal waktu deklarasi, Prabowo memberikan jawaban mengejutkan dengan menyebut: Tiket pencapresannya belum pasti.

Padahal, Rabu, 11 April 2018, tepatnya di arena Rakornas Partai Gerindra, sebenarnya bakal menjadi tempat penobatan Prabowo sebagai capres Gerindra. 

Meski demikian, menjelang hari penentuan deklarasi capres, elite Gerindra malah semakin memperkuat sinyal Prabowo tak nyapres lagi. Konon, Prabowo lebih memilih menjadi king maker di balik tokoh yang akan didorong Gerindra menjadi penantang Jokowi di Pilpres 2019.

"Kalau kita bicara bertarung atau tidak, ini kita harus melihat apakah Pak Prabowo maju atau memposisikan sebagai king maker," ujar Ketua DPP Gerindra Desmond J Mahesa di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Desmond menuturkan, Prabowo kini banyak berhitung politik. Ujung perhitungan politik Prabowo itu, bak sebuah strategi king maker, diyakini akan menentukan konstelasi Pilpres 2019.

Strategi itu jelas ujungnya terkait tokoh yang akan didorong Gerindra dan koalisinya ke Pilpres 2019. Sebagai bocoran, paling tidak ada dua nama yang sedang ditimbang Prabowo.

"Muncul hari ini Pak Gatot (eks Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo), ada Anies (Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan)," jelas Desmond. (*)



BERITA LAINNYA :