Politik & Keamanan

PPP: Jokowi Bakal Menang dengan Gampang

Editor : Damar Pamungkas |Kamis , 12 April 2018 - 16:55:45 WIB | Dibaca : 761 Kali |

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy (Romy). Foto: Antara

@IRNews | Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy (Romy) meyakini Presiden Joko Widodo akan menang mudah jika melawan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Sebab, kini setidaknya Jokowi sudah didukung lima partai politik di parlemen. 

Sementara, Prabowo baru mendapat dukungan dari partainya sendiri. "Dengan dukungan dari partai koalisi pendukung Jokowi yang sudah jelas dan sudah tampak, maka akan jadi lebih mudah Jokowi menang," kata Romahurmuziy di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (12/4/2018). 

Selain itu, lanjut Romy, posisi Jokowi sebagai petahana juga dapat memberikan keuntungan tersendiri. 

Menurut dia, masyarakat pasti akan mempertimbangkan kinerja Jokowi selama ini dalam menjatuhkan pilihan di surat suara. "Kerja nyata yang sudah dilakukan Jokowi dari 3,5 tahun ini yang juga tercermin pada lembaga survei yang sudah menunjukkan angka di atas 60 persen," kata Romy. 

Romy memastikan, partai politik pendukung Jokowi tetap akan bekerja keras menyosialisasikan program-program pemerintah. Menurut dia, parpol pendukung tak akan berpuas diri meskipun saat ini berbagai survei menunjukkan elektabilitas Jokowi lebih tinggi dari Prabowo. 

"Kami akan terus bekerja keras dan membalik kekalahan yang dulu (pada Pemilu 2014) masih terjadi di 161 kabupaten dan kota, meliputi 10 provinsi," ucap Romy.

Prabowo sebelumnya menyatakan kesiapannya saat diberi mandat oleh partainya untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2019. 

Mandat tersebut diberikan Gerindra kepada Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerindra yang berlangsung di rumahnya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4/2018). 

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani melalui keterangan tertulis, Rabu (11/4/2018) menyatakan: "Prabowo Subianto menegaskan menerima mandat tersebut dan akan segera bergerak membangun koalisi pilpres. Prabowo memerintahkan semua kader turun bersama rakyat. Siang dan malam berjuang dengan rakyat."

Pada Pilpres 2014, pertarungan Jokowi-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berlangsung sengit. Jokowi-JK mendapat 53,15 persen suara sementara Prabowo-Hatta 46,85 persen. Saat itu, PPP tergabung dalam koalisi pendukung Prabowo-Hatta. (*)



BERITA LAINNYA :