Perempuan

Kisah Anak SMA Amelia, Jual Keperawanan Rp 1,5 Juta buat Bayar Utang

Editor : Damar Pamungkas |Kamis , 12 April 2018 - 17:24:24 WIB | Dibaca : 321 Kali |

Ilustrasi


@IRNews | Jakarta - Ini kisah pilu. Gadis siswi SMA Negeri di Tangerang bernama Amelia. Dia menjual keperawanannya Rp 1,5 juta gegara dia punya utang, dan melunasi utangnya dari hasil jual perawannya.

Ironisnya, perbuatan terlarangnya itu ia lakukan saat baru saja mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) kemarin.

Kisah Amelia ini dituturkan kepada TribunJakarta, demikian:

Di sebuah meja kecil di pelataran sebuah minimarket terkenal, seorang gadis tampak asik memainkan ponsel.

Beberapa kali dia mengarahkan layar ponsel ke depan wajahnya. Rupanya, gadis itu sedang selfie.

Dia memperkenalkan namanya (dirahasiakan, disebut saja Amelia). Dia mengatakan: "Pakai nama samaran saja kak, biar keluarga saya tidak tahu soal ini," katanya memulai obrolan.

"Saya kelas 12, hari ini baru ujian nasional hari pertama," ujarnya. Gadis itu mulai bercerita soal kehidupan pribadinya.

"Hari ini kehidupan pribadi saya hancur. Saya enggak punya pilihan lain kak," ucapnya pelan.

Dengan suara tersendat, Amelia bercerita kalau dia terpaksa harus 'menjual' keperawanannya ke seorang pria yang baru dikenalnya lewat media sosial.

Pria yang berstatus mahasiswa itu dikenalnya lewat fitur people nearby Line. "Kenalan langsung tembak aja deh," ujarnya sambil tertawa kecil.

Amelia bercerita, dia menjual keperawanannya seharga Rp 1,5 juta kepada mahasiswa tersebut.

Ini dilakukan karena Amelia membutuhkan uang untuk mengganti uang kegiatan sekolahnya yang hilang.

"Saya dituduh mencuri uang itu, padahal saya sama sekali tidak melakukannnya. Saya bingung harus nyari uang kemana, terpaksa saya lakukan ini," katanya.

"Tadi sebelum kesini ambil uang pelunasan dulu," kata gadis berusia 18 tahun itu. Maksudnya, uang pembayaran keperawanannya Rp 1,5 juta.

Saat ditanya apakah perbuatan itu yang pertama dilakukan? Amelia tidak secara lugas menjawab. "Ya gimana ya kak, kalau soal itu aku gak mau cerita," katanya.

Yang jelas katanya, dia terdesak untuk melakukan itu karena tidak ada pilihan lain.

Amelia melanjutkan, orangtuanya bekerja di sebuah perusahaan swasta. Dia anak pertama dari tiga bersaudara.

"Gak berani minta sama bapak, uang segitu kan besar kak," ucapnya.

Dalam kebingungannya karena dituduh telah mencuri uang kegiatan sekolah, seorang temannya kemudian memberitahukan cara mendapatkan uang dengan cepat.

"Awalnya ragu sih, takut saja orangnya kabur setelah gituin saya," katanya.

Tapi karena tidak memiliki pilihan, Amelia terpaksa melakukan hal itu.

Berbekal komunikasi dengan pria tersebut, Amelia kemudian memberanikan diri bertemu seusai UN.

Sebelum bertemu, Amelia lebih dulu berganti pakaian. "Kalau pakai seragam bisa ketahuan sekolah saya," katanya sambil sesekali memperbaiki masker.

Sesampaikan di hotel yang dimaksud, mahasiswa yang dikenalnya sudah menunggu di kamar hotel.

"Perasaan campur aduk, takut, sedih macam-macam lah kak," ucapnya.

"Tapi saya janji, ini yang pertama, saya enggak akan mengulanginya lagi," janji Amelia.

Setelah berbincang banyak, tak terasa jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Amelia yang sejak bertemu asik bercerita, memilih untuk pulang duluan.

"Gitu aja ya ceritanya, nanti kalau masih penasaran kita bisa ngobrol lagi. Saya pulang duluan, besok masih UN soalnya," kata Amelia sambil beranjak dari tempat duduknya. (*)



BERITA LAINNYA :