Nasional

PPP: Pernyataan Amien Rais Partai Setan Tidak Bijak

Editor : Damar Pamungkas |Sabtu , 14 April 2018 - 19:38:26 WIB | Dibaca : 1057 Kali |

Amien Rais

@IRNews | Semarang - Pernyataan Amien Rais tentang "Partai Setan vs Partai Allah"  dinilai keterlaluan. Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan, pernyataan tersebut bisa memperbesar terbelahan bangsa. "Yang saat ini tanda-tanda keterbelahan sudah ada," katanya.

Arsul Sani yang sedang berada di Semarang untuk mengikuti Munas PPP, diwawancarai Metro TV mengatakan, pernyataan Amien itu bukan saja memperbesar keterbelahan antara masyarakat. Tapi juga mengganggu ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam). 

"Sebab, mayoritas kita umat Islam. Di partai apa pun ada banyak umat Islam," katanya.

Lebih tajam lagi, Arsul menyatakan, yang berhak menyatakan partai setan dan partai Allah adalah Allah SWT. "Jadi, pak Amien Rais sejatinya tidak boleh mencap seperti itu," katanya.

Diharapkan, semua pihak lebih bijaksana dalam menanggapi pernyataan tersebut. "Saya kira pernyataan itu belum tentu mewakili Partai Amanat Nasional (PAN), meskipun pak Amien salah satu pendiri PAN," ujarnya.

Seperti diberitakan, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais membagi partai politik di Indonesia menjadi dua. Partai setan dan partai Allah.

Hal ini ia sampaikan ketika mengisi tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjamaah di Masjid Baiturrahim, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018).

Ucapan Ketua Penasihat Persaudaraann Alumni 212 ini menjadi polemik.

Melansir dari berbagai sumber, Amien Rais mengatakan mereka yang anti Tuhan bergabung dengan partai besar.

Masyarakat Indonesia harus bergabung dan mengumpulkan kekuatan dengan sebuah partai, bukan hanya PAN, PKS, dan Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah.

Hizbullah ini bergabung untuk melawan syaithan.

"Orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya,” tegas Amien.

Menurutnya, hanya Partai Allah yang memetik kemenangan dan kejayaan.

“Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan," imbuh dia.

Dalam tausiyahnya, Amien Rais juga mengkritik pernyataan Jokowi di Sibolga, Sumatera Utara soal pemisah agama politik.

"Ini presiden yang ilmunya pas-pasan. Sehingga kemudian memang untuk merekonstruksi bangsa kita ini, harus mulai dari rekonstruksi pimpinannya," kata dia.

Ucapan Amien Rais ini mendapat tanggapan dari PDIP dan Nasdem.

Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno mengatakan ia sulit mengikuti lompatan pemikiran Amien Rais.

Jika melihat rekam jejak Amien Rais, Hendrawan yakin Amien Rais masih bekerja dalam koridor demokrasi bukan teokrasi, dan kokoh dengan prinsip-prinsip negara bangsa yang berkemajuan dan meritokratik.

Sekjen Partai Nadem, Johnny G Plate juga memberikan tanggapan mengenai ucapan Amien Rais. Ia mengaku geleng-geleng kepala dan bersedih.

Johnny G Plate mengatakan bangsa sedang membangun nation state dan nation character building.

Ia juga menambahkan agar menghindari hal-hal yang berkaitan dengan manuver politik untuk kepentingan Pileg maupun Pilpres 2019.

Johnny mengajak semua pihak membangun budaya demokrasi yang bermartabat dan yang bermanfaat bagi Indonesia.

Amien Rais Enggan Beberkan Partai Setan

Setelah memberikan tausiyah, Amien Rias enggan membeberkan partai apa saja yang disebutnya masuk kelompok hizbus syaithan.

Ia mengatakan yang ia sampaikan menitikberatkan cara berpikir dan bukan partai politik.

"Saya enggak katakan begitu. Jadi bukan partai, tapi cara berpikir. Cara berpikir yang untuk Allah dan yang diikuti oleh setan. Gelombang pro setan merugi, gelombang besar yang didikte kehendak Allah pasti menang," tegasnya.

Ia menegaskan perubahan suatu negara tak lepas dari perubahan politik. Karena politik adalah panglima dalam perubahan.

"It's now or never (sekarang atau tidak sama sekali). Tomorrow, next year, will be too late (esok, tahun depan, sudah terlambat). Jadi tahun depan ini adalah penentuan yang lebih meyakinkan lagi. Kalau kita biarkan kekuasaan hizbusy syaithan, setan enggak pernah bisa kompromi," ujar Amien.

Amien Rais juga menerangkan adanya gerakan 'Ganti Presiden tahun 2019' yang sudah menyebar di Indonesia.

Gerakan tersebut, menurutnya, sudah menyebar dari kelas bawah, menengah, dan lainnya. (*)



BERITA LAINNYA :