Nasional

Ketum PSI Prediksi, Jika Prabowo Merapat ke Jokowi, Jadinya Begini...

Editor : Damar Pamungkas |Senin , 16 April 2018 - 11:43:23 WIB | Dibaca : 701 Kali |

@IRNews | Jakarta - Ini prediksi politik menarik dari Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. "Jika pak Jokowi dan Prabowo jadi Capres-Cawapres, hasilnya tidak produktif," katanya

Mengapa? "Karena, kubu Jokowi dan kubu Prabowo sangatlah berbeda. Pendukung Pak Prabowo yakin yang terbaik itu adalah Pak Prabowo, dan kepemimpinan ala Pak Jokowi mereka anggap tidak oke," ujar kata Grace kepada wartawan di Sentul, Bogor, Ahad, 15 April 2018.

Jika tiba-tiba Prabowo merapat ke Jokowi, kata Grace, para pendukung Prabowo bisa merasa terkhianati. Mereka bakal kecewa berat.

Grace memperkirakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bakal ditinggal pendukungnya jika memutuskan menjadi calon wakil presiden Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019. 

Seandainya benar Prabowo akan merapat ke Jokowi, kata Grace, Prabowo menjilat ludah sendiri. "Sebelumnya mengkritik, tapi akhirnya merapat."

Dan, seandainya hal itu benar-benar terjadi dalam Pilpres 2014, pendukung Jokowi bakal makin solid. "Kami bersama Pak Jokowi."

Sebelumnya, Ketua Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy di Semarang mengungkapkan kisah di balik rencana Jokowi menggandeng Prabowo sebagai calon presiden. 

Menurut Romi, sapaan akrabnya, Jokowi mengatakan alasannya ingin menjadikan Prabowo sebagai calon wakil presiden adalah untuk mencegah perpecahan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam kesempatan itu, kata Romi, ada utusan Prabowo yang menemui Jokowi untuk membicarakan rencana koalisi. Namun, rencana belum terlaksana karena menurut Jokowi, baru Romi yang setuju dengan rencananya, sedangkan partai koalisi lain belum setuju.

Saat berpidato dalam Hari Lahir (Harlah) PPP ke-45 Jokowi mengakui intens berkomunikasi dengan Romi mengenai calon wakil presiden. Menurut Jokowi, ia bertemu dengan Romi hampir setiap hari. “Diskusi masalah partai, diskusi masalah cawapres," ujar Jokowi di Semarang, Sabtu, 14 April 2018.

Menurut Jokowi, jika Romi sering membocorkan masalah cawapres kepada media, “Yang bertanggung jawab Pak Romi." (*)



BERITA LAINNYA :