Pariwisata

Ditemukan Bunker di Bibir Selat Madura, Peninggalan Belanda

Editor : Damar Pamungkas | Reporter : Dian Eko |Selasa , 17 April 2018 - 12:03:12 WIB | Dibaca : 730 Kali |

Bunker menghadap Selat Madura yang baru ditemukan. Foto: Surya

@IRNews | Surabaya - Di kaki Jembatan Suramadu, pantai Kenjeran kawasan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya terdapat 9 bunker (ruang perlindungan bawah tanah) yang masih utuh. Lokasinya berdekatan. Bakal jadi tujuan wisata yang sangat menarik.

Bunker ini berada di bawah benteng yang berdiri kokoh di areal hampir sepanjang 1 kilometer. Bangunan bunker yang menghadap ke laut (selat Madura) itu diperkirakan dibangun Belanda di zaman kolonial.

Anggota Tim Cagar Budaya yang juga Pakar Tata Kota dari ITS, Prof DR Johan Silas, menyebut bahwa inilah mutiara wisata Surabaya di Pantai Kenjeran.

Apalagi nanti Kenjeran akan terintegrasi dengan wisata pantai. Saat ini sudah ada Jembatan Suroboyo yang banyak dinanti.

Tidak lama lagi juga akan ada kereta gantung melintas di pantai yang sama.

Menurut Johan, inilah mementum pengembangan wisata pantai di Surabaya.

"Luar biasa temuan bunker ini. Bunker menghadap pantai, ini satu-satunya tempat fantastik di Indonesia," kata Johan.

Keberadaan bunker utuh itu akan menjadi daya pikat kuat wisatawan. Berada di sisi pantia dan tidak ada di kota mana pun, bunker menghadap pantai. Ini yang menurut Johan mutiara.

Jika nanti dijadikan destinasi wisata, akan menjadi tempat wisata yang luar biasa. Dijadikan wisata cagar budaya yang tidak boleh mengubah konstruksi apa pun di sisi depan benteng.

Yang pas untuk menjadikan bunker destinasi wisata adalah resto atau Cafe bunker. Begitu juga aneka suvenir dan oleh-oleh khas Surabaya.

"Namun harus dipikirkan lebih dulu akses ke bunker ini harus mudah. Setiap kendaraan bisa menuju areal bunker ini. Juga harus terkoneksi dengan destinasi wisata lain," saran Johan.

Akan menjadi satu paket akan lebih menarik pengunjung. Namun demikian, Keberadaan bunker itu masih di bawah kepemilikan TNI AD. Jika ingin mengembangkan bunker untuk wisata harus koordinasi dengan TNI. (*)



BERITA LAINNYA :