Nasional

Panik... Lion Air Diancam Bom oleh Penumpang Wanita

Editor : Damar Pamungkas |Rabu , 02 Mei 2018 - 16:58:34 WIB | Dibaca : 1360 Kali |

Ilustrasi

@IRNews | Jakarta - Lion Air rute Jakarta-Tanjung Pandan diancam bom. Pengancamnya penumpang di kursi 24 C. Kru pesawat panik, jadwal penerbangan tertunda 120 menit pada Rabu (2/5/2018).

Pemeriksaan menyeluruh dilakukan pada pesawat sehingga membuat penerbangan terlambat 120 menit. Ancaman ternyata tidak terbukti sehingga penerbangan kembali dilanjutkan.

Dalam keterangan tertulisnya, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan ancaman bom datang dari seorang penumpang perempuan bernisial FW yang duduk di kursi 24 C.

"Memberitahu ke salah satu awak kabin (flight attendant/ FA) adanya bom di pesawat," kata Danang.

Pimpinan awak kabin kemudian berkoordinasi dengan seluruh kru pesawat guna menjalankan tindakan sesuai prosedur standar operasional (SOP).

Seluruh penumpang kemudian diturunkan untuk memeriksa detil seluruh bagian pesawat. Saat itu ada 166 penumpang dewasa, enam anak-anak dan dua bayi.

Tak ditemukan bom dan benda mencurigakan apapun dalam pemeriksaan tersebut.

"Akibat kejadian tersebut, Lion Air JT 120 mengalami keterlambatan penerbangan (delay) 120 menit, dari waktu berangkat pukul 09.25 WIB. Lion Air telah menerbangkan dengan jadwal keberangkatan terbaru menuju Tanjung Pandan pada 11.15 WIB," kata Danang. 

Sementara penumpang yang memberikan ancaman bom, FW, diserahkan ke petugas keamanan Bandara Soekarno Hatta untuk menjalani proses lebih lanjut.

Insiden ini juga berpotensi menyebabkan delay pada rute Tanjung Pandan ke Cengkareng dan Cengkareng menuju Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.
 
"Lion Air akan meminimalisir dampak yang timbul, agar rute penerbangan lainnya tidak terganggu," ujar Danang.

Ia mengimbau masyarakat tidak bergurau tentang bom terkait penerbangan. Semua yang terkait informasi bom, baik benar atau bohong, akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib.

"Peringatan bahaya bercanda mengenai bom termasuk kategori pelanggaran pidana Pasal 437 UU Penerbangan," katanya. 

Sebelumnya, pesawat Lion Air tergelincir di Bandara Djalaluddin, Gorontalo, pada Minggu (29/4) sekitar pukul 18.00 WITA. Ketika itu, bandara tengah diguyur hujan. Tak ada korban luka dalam insiden tersebut.

Danang mengaku pihaknya sudah menginformasikan hal tersebut ke seluruh penumpang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni, tentang pembatalan penerbangan, perubahan jadwal terbang, pengembalian dana tiket, ataupun kompensasi lainnya.

"Lion Air Group menyatakan permohonan maaf kepada para pelanggan beserta seluruh pihak yang terganggu dengan adanya kejadian 'veer off/runway excursion' Lion Air nomor JT 892 dari Makassar ke Gorontalo sesaat setelah mendarat (29/ 4) dengan pesawat jenis Boeing 737-800NG registrasi PK-LOO," tuturnya, dalam keterangan tertulis, pada Senin (30/4).

Ia merinci enam penerbangan itu adalah, pertama, Wings Air nomor IW 1182 dari Gorontalo ke Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah; kedua, Wings Air nomor IW 1164 dari Gorontalo ke Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara; ketiga, Batik Air nomor ID 6242 dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, ke Gorontalo.

Keempat, Batik Air nomor ID 6243 dari Gorontalo ke Cengkareng; kelima, Lion Air nomor JT 891 rute Gorontalo menuju Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan; dan keenam, Wings Air bernomor IW 1167 dari Manado ke Gorontalo.

"Seluruh penumpang dan kru sudah dievakuasi dengan keadaan selamat. Dua penumpang dirujuk ke rumah sakit dan sudah mendapatkan penanganan medis," ungkapnya.

Pihak Lion Air, lanjutnya, saat ini bekerjasama dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan proses evakuasi pesawat dan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian ini.

"Lion Air Group akan meminimalisir dampak yang timbul dari kejadian tersebut, agar penerbangan-penerbangan lainnya tidak terganggu," tandas Danang. (*)



BERITA LAINNYA :